Crane Jatuh di Masjidil Haram: Ratusan Korban Meninggal dan Luka-luka

Crane Jatuh di Masjidil Haram:
Ratusan Korban Meninggal dan Luka-luka
JAKARTA, (KB).- Tragedi Crane jatuh di Masjidil Haram, pada Jumat petang waktu setempat mengakibatkan ratusan jamaah meninggal dan luka-luka. Ratusan korban tewas itu termasuk dua jemaah calon haji asal Indonesia. Crane roboh sebelum dimulainya ibadah haji yang dijalani sekitar 2 juta warga Muslim dari berbagai negara di Mekkah. Bangunan Masjidil Haram sendiri mengelilingi Kabah, situs suci umat Islam.

Dikutip dari Okezone.com, Direktur Pertahanan Sipil Saudi, Suleiman al-Amro, mengatakan, badai dahsyat melanda Mekkah sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Badai itu merobohkan crane pada pukul 17.23 waktu setempat. Korban meninggal dalam tragedi robohnya crane yang menimpa Masjidil Haram, Mekkah, pada Jumat petang bertambah menjadi 107 orang. Sedangkan korban luka tercatat 238 orang, ujarnya melalui twitter. Sementara itu, Data sementara kementerian Agama RI, jumlah jamaah calon haji asal Indonesia yang menjadi korban jiwa dan lukaluka 33 orang korban, dua meninggal dunia dan 31 orang mengalami lukaluka. Berikut adalah nama-nama korban jamaah asal Indonesia tersebut:

1. Iti Rasti DarminiJKS 023 (Wafat),
2. Masnauli Sijuadil HasibuanMES 009 (Wafat)
3. Suji Syarbaini IronoBTH 014 (dirawat BPHI Makkah),
4. Ernawati Muhammad SaadBTH 001 (dirawat di RSAS),
5. Kursia Nanting LembongBTH 017 (dirawat di RSAS),
6. Nasriah Binti Muhammad AbdurrahmanBTJ 001 (dirawat di RSAS),
7. Ardian Sukarno EffienJKG 007 (dirawat di RSAS),
8. Teti Herawati Mad SalehJKS 005 (dirawat di RSAS),
9. Apip Sahroni RohmanMES 008 (dirawat di RSAS),
10. Emmiwaty Janahar SalehMES 008 (dirawat di RSAS),
11. Nur Baik NasutionMES 009 (dirawat di RSAS),
12. Tri Murti AliPDG 003 (dirawat di RSAS),
13. Sopiah Taizir NasutionMES 009 (dirawat di RSAS),
14. Zulfitri Zaini HajiPDG 03 (dirawat di RSAS),
15. Zalniwarti Munaf UmmaPDG 004 (dirawat di RSAS),
16. Ali Sabri SelamunPDG 007 (dirawat di RSAS),
17. Umi Dalijah Amat RaisSOC 024 (dirawat di RSAS),
18. Endang Kawnarnu PoerwomartonSOC 046 (dirawat di RSAS),
19. Djumali Jamari Setro WijoyoSOC 052 (dirawat di RSAS),
20. Murodi Yahya KasaniSUB 001 (dirawat di RSAS),
21. Hasan Mansur AhmadSUB 010 (dirawat di RSAS),
22. Sainten Said TarubSUB 015 (dirawat di RSAS),
23. Nurudin Baasith SujiyonoSUB 021 (dirawat di RSAS),
24. Isnainy Fadjarijah Abdul DjumaliSUB 021 (dirawat di RSAS),
25. Saharmi Umar Passire-UPG 002 (dirawat di RSAS),
26. Norma Latang Kulasse-UPG 005 (dirawat di RSAS),
27. Rosnallang Caco BabaUPG 005 (dirawat di RSAS),
28. Hadiah Syamsudi SakUPG 015 (dirawat di RSAS),
29. Muhammad Harun Abdul HamidUPG 016 (dirawat di RSAS),
30. Fatmawati Abdul JalilUPG 018 (dirawat di RSAS),
31. Abdul Jalil Conci LetaUPG 018 (dirawat di RSAS),
32. Rosdiana Mudu TohengUPG 018 (dirawat di RSAS),
33. Erni Sampe DosenUPG 018 (dirawat di RSAS).

Dikutip dari laman kemenag.go.id, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim menegaskan pemerintah Indonesia berduka cita atas peristiwa hujan lebat disertai badai kencang yang terjadi di Makkah, pada Jumat 11 September 2015 sore Waktu Arab Saudi (WAS) sehingga menelan korban jiwa dari jamaah haji Tanah Air.Musibah crane yang tumbang dan menelan sejumlah korban jamaah haji asal Indonesia serta dari berbagai negara yang sedang beribadah di Masjidil Haram tersebut sudah ditangani Pemerintah Arab Saudi.
Menag Lukman Hakim Saifuddin menegaskan dirinya secara resmi telah diutus oleh Presiden Joko Widodo untuk mengunjungi sejumlah korban yang masih ada di rumah sakit.Intinya, Pemerintah sangat berduka atas musibah ini, dan tentu mengharapkan para korban luka khususnya dan para keluarganya bisa lebih memperbesar sabar. Mudah-mudahan ada hikmah dari musibah ini, kata Menag, Sabtu (12/9/2015).Menag mengatakan, Pemerintah Saudi Arabia telah dengan seksama melakukan tindakan pengobatan dengan membawa para korban ke sejumlah rumah sakit.

Kita melihat di RS Annoor sudah ditangani para tenaga medis yang profesional. Mudah-mudahan mereka segera pulih kembali kesehatannya, ujar Menag.Tentu pemerintah, lanjut Menag, akan memberikan santunan bagi korban jiwa maupun korban luka yang mengalami cacat fisik akibat insiden crane yang terjadi di Makkah.


Santunan bagi korban jiwa maupun korban luka sebagaimana ketentuan asuransi yang ada pada setiap jamaah haji kita, tambahnya.