![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).-Sisa Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2015 masih cukup besar
yakni berada pada angka Rp 4,8 triliun. Melihat target 90 persen, Wakil Ketua
DPRD Banten Muflikhah mengkhawatirkan anggaran tersebut tidak berhasil terserap
dan menyisakan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) yang besar.
"Memang khawatir, tetapi tetap harus
optimis dan memberikan kepercayaan kepada eksekutif untuk bisa menyerap sisa
anggaran," ujar Muflikhah, kepada wartawan, kemarin.
Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan
Pemprov Banten terkait serapan anggaran tersebut. Sejumlah saran agar serapan
anggaran bisa terserap dengan optimal dan tidak menyisakan silpa yang
besar."Komunikasi sudah, pemprov pun sudah menyampaikan persoalan serapan
yang mempengaruhi serapan anggaran seperti opini disclaimer pada LHP BPK. Kita
pun sudah menyarankan agar fokus terhadap penyerapan anggaran. Sekarang kita
tinggal tunggu saja, seburuk-buruknya, APBD menyisakan Silpa yang besar, jika
itu terjadi, harus dijadikan pelajaran oleh Pemprov," katanya.
Tak hanya itu, kata Dia, Gubernur Banten
Rano Karno betul-betul harus lebih tegas terhadap SKPD-SKPD yang pada akhirnya
tetap menjadi langganan serapan rendah.Meski dituntut target 90 persen, pemprov
tetap harus memperhatikan input dari anggaran yang dikeluarkan."Pemprov
jangan asal serap anggaran, harus diperhatikan inputnya bagi provinsi. Saya
setuju dengan beberapa pihak yang khawatir akan menghambur-hamburkan
anggaran," katanya.
Berdasarkan data terakhir setelah evaluasi
rapat triwulan III yang diperoleh pada 19 Oktober lalu menunjukan, secara
keseluruhan, capaian kinerja triwulan III APBD Tahun Anggaran 2015, realisasi
fisik 59,15 persen dan keuangan 46,27 persen atau Rp 4,139 triliun, dengan sisa
anggaran 53,73 persen atau Rp 4,807 triliun.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Yanuar menatakan, kemungkinan
APBD baru akan efektif terserap pada peretengahan bulan November, setelah APBD
Perubahanan disahkan. Namun, dengan tenggat waktu yang ada, Yanuar yakin setiap
SKPD mempunyai strategi masing-masing agar anggaran tersebut bisa terserap atau
sesuai yang ditargetkan oleh Gubernur Banten Rano Karno.
Sumber: Klik di sini!

