![]() |
TANGERANG - Pengelola
Bandara Internasional Soekarno-Hatta tengah memperluas lahan ke wilayah
Kabupaten Tangerang untuk membangun runway. Lima desa di wilayah Kecamatan
Kosambi dan Teluknaga pun terancam digusur.
Head of Secretary and
Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi
saat dihubungi mengatakan, PT Angkasa Pura II membutuhkan satu lagi
runway dari yang ada saat ini hanya dua. Sebab, dua runway yang ada saat ini
luasnya 60 x 3.600 telah membuat pesawat yang akan mendarat dan lepas landas
harus antre.
“Kita butuh
runway ketiga untuk di Bandara Soekarno-Hatta, karena traffic-nya dalam satu
jam kini ada pergerakan sekitar 72 pesawat, bahkan bisa 80 pesawat. Artinya,
ada lebih dari 1.700 pergerakan pesawat dalam sehari,” kata Agus, Selasa (10/11).
Karenanya, kata dia,
sekitar lima desa atau seluas 860 hektare lahan di Kabupaten Tangerang akan
terkena gusur. Untuk tahap pertama, sosialisasi telah dilakukan pada Kamis
(5/11) lalu di tiga desa, yakni Desa Rawa Burung di Kosambi, Desa Bojong
Renged, serta Desa Rawarengas di Teluknaga.
"Pada tahap pertama,
sosialisasi dilakukan di tiga desa seluas 179,14 hektare. Nantinya sama, kita
harapkan luasnya dengan dua runway yang ada tersebut, jadi nantinya dapat
menampung lebih dari 430.000 pada dua tahun mendatang," sambung Agus.
Sementara, dalam kurun
waktu delapan sampai sembilan tahun mendatang, PT Angkasa Pura II sudah
berencana menyelesaikan runway ke empat dengan estimasi pergerakan pesawat
sudah bertambah sampai 550.000 pergerakan.

