![]() |
| Wakil Walikota Tangerang,
Sachrudin. |
TANGERANG -
Penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas pembangunan dan harus dilakukan
secara sistematis, terfokus, terencana dan terkoordinasi dengan baik.Maka dari
itu, program penanggulangan kemiskinan di Kota Tangerang dilaksanakan setiap
tahun, sebagai upaya Pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan secara
mandiri.Uraian tersebut disampaikan Wakil Walikota Tangerang, H. Sachrudin,
saat membuka kegiatan koordinasi penanggulangan kemiskinan Kota Tangerang di aula RSU Kota Tangerang,
Jumat (18/12/2015).
Selanjutnya, Wakil
Walikota menyampaikan penanggulangan kemiskinan sebagai upaya untuk mengurangi
jumlah penduduk miskin serta dala rangka meningkatkan derajat kesejahteraan
rakyat harus dilakukan secara sistematis, fokus, terencana dan terkoordinasikan
dengan baik.Untuk itulah, Pemkot Tangerang telah menyusun tim dan entri data
kemiskinan yang tertuang pada keputusan Walikota Tangerang Nomor :
800/1003-Bapp/2015 tentang Tim Pendata dan Entri Suplemen Program
Penanggulangan Kemiskinan Kota Tangerang, sebagai bentuk komitmen dalam upaya
penanggulangan kemiskinan.
"Dengan adanya tim
yang fokus dalam mengurus data, kita harapkan rumah tangga yang akan dituju
dapat tepat sasaran," tegasnya.
Berdasarkan hasil
pendataan, jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) se-Kota Tangerang sebanyak 56.606
yang tersebar di 13 kecamatan. Hasil pendataan yang telah dihimpun oleh Bappeda
tersebut, ujar Wakil Walikota, tentunya masih diperlukan satu langkah lagi
untuk memvalidasikan data tersebut melalui sebuah proses sinkronisasi, karena
dari setiap pendataan pasti ada beberapa data yang error dan tidak valid.
Oleh karena itu, Wakil
Walikota meminta kedepan pemanfaatan hasil pendataan yang dilakukan Tahun 2015
ini harus semakin optimal lagi digunakan oleh aparatur di wilayah khususnya
dalam penentuan kriteria rumah tangga sasaran, yaitu warga miskin sebagai
sasaran utama dari program kegiatan yang ada di wilayah."Data dan
informasi harus terus diupdate dan divalidasi ulang sehingga tidak ada
kesimpangsiuran dalam menyajikan data seputar Kota Tangerang khususnya terkait data sosial kemasyarakatan serta data
kemiskinan," pesannya.(hms/
Sumber: Klik di sini!

