![]() |
| 29 Februari Kalijodo Rata dengan Tanah |
JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat
memastikan bahwa eksekusi kawasan Kalijodo dilakukan paling lambat 29 Februari.
“Dengan asumsi bahwa warga
Kalijodo tak mau pindah. Kami layangkan SP (surat peringatan) III tanggal 28
Februari nanti. Kalau sebelum tanggal 28 sudah mau direlokasi, nggak perlu
(SP),” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta
Djarot Saiful Hidayat.
Djarot mengatakan,
relokasi itu merupakan program lanjutan. Beberapa waktu sebelumnya, Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta melakukan hal yang sama. Namun, relokasi tidak menyeluruh.
Akibatnya, lahan hijau tersebut kembali dikuasai warga Kalijodo saat ini. “Ini benar-benar akan kami bersihkan. Warga yang
memiliki KTP DKI akan kami relokasi ke dalam flat,” katanya.
Ada dua flat yang
disiapkan. Yakni, Flat Pulogebang dan Marunda. Jumlah unitnya berkisar 400.
Perinciannya, 275 unit di Flat Marunda dan 120 unit di Flat Pulogebang. “Ada juga rusun lain yang sudah disisir,” ujarnya. Pemprov berkomitmen melaksanakan
relokasi itu sesuai dengan jadwal yang sudah dibicarakan.
Aksi demo warga Kalijodo
sedikit pun tidak mengoyahkan pemprov. “Nggak apa-apa
demo dan DPRD dukung. Kan wakil rakyat. Ini kan kami mau menata kawasan di sana
menjadi jalur hijau,” tambahnya. Sementara
itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Priyono mengatakan
belum mengetahui adanya hotel atau tempat hiburan yang menyediakan jasa PSK
dari luar negeri.
Pihaknya menyatakan akan
mengoordinasikan kabar itu dengan dinas pariwisata.Lain lagi yang diungkapkan
Kepala Dinas Pariwisata DKI Catur Laswanto. Menurut dia, hotel memiliki izin
sah. Demikian juga Hotel Alexis. “Saya nggak mau
bantah statement Pak Ahok. Hotel, restoran dan griya pijat ada izinnya,” katanya.
Sumber: Klik di sini!

