![]() |
| Ilustrasi |
TANGSEL - Pemerintah Kota
(Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Kelompok Kerja (Pokja) Unit
Layanan Pengadaan (ULP) agar bekerja secara tim bukan berdasarkan individu
sehingga dapat melaksanakan kewajiban dengan optimal.
Kepala Bagian (Kabag)
Pembangunan lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Widodo menyatakan, pihaknya
memaklumi dalam menjalankan kinerja di Pokja ULP terdapat berbagai tekanan baik
secara langsung maupun tidak langsung.
“Tekanan dari
pihak yang tidak puas atau kalah dalam lelang itu sebenarnya sudah biasa, tetapi
bila kita mengedepankan kerjasama tim, Insya Allah segala tekanan dapat diatasi
karena dapat diselesaikan bersama-sama, bukan sendirian,” kata Widodo saat ditemui Kabar6.com di Balaikota
Maruga, Rabu (10/2/2016).
Saat disinggung terkait
bila adanya intimidasi secara langsung ke pegawainya di Pokja ULP, Widodo
menegaskan, para pegawai tidak perlu takut, tetapi coba ditanyakan ke pihak
tersebut persoalan yang terjadi sehingga dapat diketahui bagaimana
penyelesaiannya.
“Kalau pihak
itu kalah saat proses lelang, kan dapat dijelaskan dengan data dan detail
kenapa kalah, kami yakin pihak-pihak yang ikut lelang di kota ini sudah
berpengalaman, jadi tekan menekan sudah tidak ada lagi,” ujar mantan Inspektur Pembantu (Irban) pada
Inspektorat Kota Tangsel ini.
Diketahui, Pemkot Tangsel
melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) merombak jajaran di
Pokja ULP lingkup Setda. Kepala BKPP Kota Tangsel Firdaus, pihaknya pada Selasa
(19/2/2016) akan melakukan tes kepada 40 pegawai dari jajaran pegawai ULP dan
pegawai dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Kami lakukan
tes sebagai bentuk penyegaran terhadap kinerja di bidang pengadaan karena bila
tidak menguasai bidang tersebut bisa berakibat fatal, bahkan kalau tersangkut
masalah hukum jadi menggangu pembangunan yang sedang berjalan,” terang mantan Camat Pamulang ini.
Sumber: Klik di sini!

