![]() |
| Kapolda Banten |
SERANG - Tak hanya
memerangi Narkoba, Kepolisian Daerah (Polda) Banten, juga melakukan pengawasan
ketat terhadap aliran sesat yang berpotensi mengarah ke sebuah tindakan
radikalisme."Kita koordinasi dan kerjasama dengan alim ulama, untuk
melihat, mengajak kepada semua lapisan masyarakat yang radikalisme, supaya
tidak menimbulkan ancaman dan gangguan," ungkap Kapolda Banten, Brigjen
Boy Rafli Amar, Selasa (8/3/2016).
Dikemukakan Boy, di alam
demokrasi kekinian, tentunya masyarakat diberi kebebasan berpendapat seluas-
luasnya oleh negara.Namun, kebebasan itu harus mengedepankan rambu- rambu hukum
yang ada."Paham radikal itu perlu dieliminasi, supaya tidak menjadi
ancaman, serta gangguan nyata. Kami, harus bersinergi dengan Alim Ulama, tokoh
masyarakat, TNI dan Pemerintah Daerah," tegasnya.
Senada dikemukakan
Gubernur Banten, Rano Karno, pihaknya menghimbau kepada seluruh elemen
masyarakat yang ada di daerah itu, agar tak menutup mata atas munculnya paham
radikalisme di wilayahnya.Pasalnya, hal itu bukan sebuah aib yang harus ditutup-
tutupi. "Segera laporkan kepihak berwajib. Jangan biarkan radikalisme
mengancam hidup kita," katanya.
Baru- baru ini, lanjut
Rano, ada sekitar 100 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari
negara Suriah. Dari 100 WNI itu, tercatat sebanyak 24 orang berasal dari
Provinsi Banten."Aktivitas mereka, terus kami pantau. Kami, punya data,
tentang mereka. Hanya saja, kami enggak bisa bertindak selama mereka tidak
melakukan tindakan kriminal," tandasnya
Sumber: Klik di sini!

