![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - Curah hujan
yang masih terjadi di bulan April berimbas pada jalan Tol Tangerang-Merak. Intensitas hujan yang tinggi pada Senin,
(25/4) mengakibatkan ruas jalan KM 38.800 arah Merak atau sekitar wilayah
Balaraja Timur di Kabupaten Tangerang,
menjadi tergenang air dengan ketinggian 15-40 cm dan panjang sekitar 250
– 300 m.
Selain akibat dari curah
hujan yang cukup tinggi, genangan ini diduga berasal dari limpahan air dari
luar jalan tol.Meski tergenang air sejak pukul 12.50 WIB, melalui lajur 2 atau
lajur tengah semua jenis kendaraan masih bisa melintas di jalan tol
Tangerang-Merak yang dikelola oleh PT Marga Mandalasakti (MMS).
“Kendaraan
kecil masih bisa lewat lajur tengah, mengingat titik genangan terdalam ada di
lajur 1 dan 3 serta bahu jalan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”, kata Abdul Rahman Manager Pelaksanaan
Pemiliharaan Jalan Rutin Wilayah 1 MMS.
Petugas MMS bersiaga
dan melakukan pengarahan lalu lintas
kepada pengguna jalan yang melintas. Pengarahaan ini terus dilakukan hingga
tidak ada genangan air. Sejak pukul 17.00 WIB, jalan tol sudah bebas dari
genangan air dan jalan bisa dilalui dengan aman.
Maman juga mengatakan,
genangan air yang terjadi ini, bukan diakibatkan tidak berfungsinya saluran air
/ drainase jalan tol. MMS sudah membangun drainase sesuai dengan
Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat berdasarkan kondisi setempat pada saat itu.
“Semua air di
sepanjang ruas tol kami selalu dipelihara secara rutin baik pembersihan maupun
perbaikan yang diperlukan,” katanya.
Sistem drainase yang ada
di jalan tol hanya berfungsi sebagai
saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan dan / atau air yang berasal
dari permukaan badan jalan tol.“Jadi tidak
berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata
ruang sekitar jalan tol,”
tuturnya.
Saat ini area di sekitar lokasi banjir telah berubah
dari rawa sebagai area penampung air menjadi lahan kering karena urukan yang
cukup tinggi sehingga daerah tangkapan air berkurang atau bahkan hilang.
Sumber: Klik di sini!

