![]() |
| Ilustrasi |
SERANG – Sebanyak 17.181 siswa Sekolah Menengah Pertama
(SMP) di 140 sekolah di Kabupaten Serang akan mengikuti Ujian Nasional (UN)
yang mulai digelar pada 9 hingga 12 Mei. Pelaksanaan UN pun diyakini lancar
lantaran Dinas Pendidikan dan Budaya (Dindikbud) tidak menerima laporan adanya
siswa yang gagal ikut UN dan soal pun terdistribusi dengan baik.
Sekretaris Dindikbud
Kabupaten Serang, Sarjudin mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya jumlah
siswa yang mengikuti UN SMP sudah final yaitu berada pada angka 17.181 orang.
Secara rinci jumlah tersebut terdiri atas siswa laki-laki sebanyak 8.490 dan
siswa perempuan 8.691.“Siswa dan
siswa itu berasal dari 140 SMP negeri dan swasta. Mereka semua akan terbagi
dalam 893 ruangan, per ruangan diisi maksimal oleh 20 siswa,” ujarnya.
Ia menuturkan, soal UN
sudah diterima pihaknya pada Sabtu (7/5) dan sudah didistribusikan ke lima
subrayon. Soal sendiri akan didistribusikan ke masing-masing sekolah pada hari
H sesaat sebelum UN di mulai pada pukul 07.30 WIB.“Untuk jadwal mata pelajaran sama seperti
tahun-tahun sebelumnya. Hari pertama adalah Bahasa Indonesia, hari kedua
Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari terakhir adalah IPA,” ucapnya.
Ditanya soal adakah siswa
yang gagal mengikuti UN atau yang melaksanakannya di balik jeruji besi, dia
mengaku, tidak ada. Meski pun ada siswa yang gagal ikut UN maka mereka bisa
mengikuti UN susulan yang digelar pekan depan. “Tidak ada, tidak ada laporan soal itu. Kalau pun ada mereka tetap bisa ikut
UN susulan,” tuturnya.
Untuk UN SMP tahun ini,
kata dia, pihaknya tidak terlalu khawatir karena UN tidak lagi menjadi
satu-satunya penentu kelulusan siswa. Kelulusan sendiri selain dibantu oleh
nilai UN juga akan dikalkulasikan dengan nilai rapor selama semester satu
hingga lima.“Kalau begini
anak-anak tidak akan terlalu stress, nanti masuk SMA juga bukan nilai UN
patokannya tetapi diminta juga salinan rapor dari semester satu sampai lima,” ujar dia.

