![]() |
| Porwanas XII Resmi Dibuka di Bandung |
BANDUNG - Sebanyak 1807
atlet berlaga dalam perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XII
di Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/07/2016). Ajang perlombaan olahraga digelar
untuk mempererat tali persaudaraan antara wartawan Nusantara ini, dibuka secara
resmi oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
Hadir dalam seremoni
pembukaan Porwanas XXII Jabar 2016 yang ditandai pemukulan gendang oleh Ahmad
Heryawan itu, antara lain Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga
Raden Isnanta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Gubernur Bangka Belitung
Rustam Effendi, Ketua PWI Pusat Margiono dan Ketua PWI Jawa Barat Mirza
Zulhadi.
Kang Aher, sapaan Ahmad
Heryawan, dalam sambutannya mengungkapkan, Porwanas bukan sekadar ajang
prestasi olahraga, tetapi juga silaturahmi antar wartawan di Indonesia. “Tentu sepakat bahwa maksud tujuan utama adalah
silaturahmi diantara para wartawan sekaligus memupuk rasa persaudaraan,”ungkap Kang Aher di stadion Universitas Pendidikan
Indonesia (UPI) Bandung.
Dia berharap, Porwarnas
menjadi salah satu ajang untuk menunjukan sportifitas dan kejujuran. “Setiap kali ada perlehatan, ada saja
akal-akalan.Mudah-mudahan Porwarnas bersih, semangat, fun juga kreatifitas
kesenian dan kekeluargaan,” ujarnya.
Sementara dalam Porwanas
XII di Bandung, Jabar, diikuti 1807 orang atlet, dari 30 perwakilan wartawan di
seluruh provinsi di Indonesia. Pada Porwanas XII juga, hadir 3 daerah peninjau,
yaitu Gorontalo, Kalimantan utara dan Barat. Ketiga daerah tersebut baru
mengikuti Porwanas. Porwanas XII, mempertandingkan 10 cabor dan satu cabang
kompentensi lomba jurnalistik.
Ketua PWI Pusat, Margiono
dalam sambutannya mengatakan, Porwanas kali ini yang pertama kalinya
menggunakan seleksi kompetensi wartawan. Para atletnya hampir 80 persen sudah
lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan 20 persen pemegang kartu biru. Namun
lebih penting dari itu, Porwanas menjadi ajang silaturahmi para watawan dan
bentuk komitmen terhadap olahraga.
“Tadi pagi saya
menyaksikan sendiri pertandingan perdana cabor sepakbola antara tim Sumsel
dengan Riau. Babak pertama Sumsel sudah tertinggal dengan skor telak 8-0, tapi
mereka tetap tertawa dan gembira,” ujar Margiono
disambut riuh tepuk tangan para kontingen.
Bagi Margiono, kontingen
Sumsel tersebut menjadi contoh sangat menikmati Porwanas dan memaknai sebagai
ajang silaturahmi sesama wartawan se Indonesia kendati akhirnya hingga
pertandingan usai Tim Sepakbola Porwanas Sumsel kalah 18-0 dari team Riau.
Ajang Porwanas, sambung
tokoh pendiri Kota Tangerang Selatan itu, orientasinya adalah untuk silaturahmi
dengan sesama wartawan di Indonesia. Oleh karenanya, sportivitas dan keakraban
perlu dikedepankan. “Menang memang
yang utama, tapi silaturahmi yang lebih penting,” ujar Margiono.
Sebelumnya ditegaskannya,
Porwanas merupakan komitmen wartawan terhadap olahraga di samping sebagai bahan
konsumsi liputan yang selalu ditunggu masyarakat. Porwanas diharapkan bisa
meningkatkan semangat dalam menjalani dan menempa diri dalam berolah raga dan
aktif mensosialisasikan olahraga di tengah masyarakat.

