![]() |
| Liverpool FC |
LIVERPOOL – Datangnya Jurgen Klopp menjelang paruh musim
2015-2016 membuat Liverpool harus belajar banyak. Maklum saja, kehadiran
pelatih berpaspor Jerman tersebut membuat penghuni Anfield Stadium harus
kembali mengubah gaya bermain sepeninggal Brendan Rodgers.
Klopp yang sebelumnya
melatih Borussia Dortmund memiliki filosofi sendiri dalam menyerang. Beberapa
kali dirinya memutuskan untuk menaruh Christian Benteke di depan seorang diri
seolah-olah dijadikan sebagai target man. Namun pada kenyataannya, pemain pendukung
Benteke seperti Roberto Firmino maupun Philippe Coutinho yang menjadi lumbung
gol bagi The Reds.
Pada jendela transfer
musim panas ini, Liverpool melakukan gebrakan dengan melepas salah satu
pengatur serangan mereka, Joe Allen. Tak hanya Allen yang hengkang, Jorden Ibe,
Martin Skrtel, serta Kolo Toure menjadi nama-nama besar yang akhirnya
memutuskan hengkang dari Liverpool. Belum lagi Liverpool terancam kehilangan
dua penyerang mereka yakni Mario Balotelli dan Benteke di sisa waktu jendela
transfer.
Sementara itu,
mengantisipasi kepergian pemain tersebut, jajaran manajemen Liverpool telah
mendatangkan nama besar seperti Sadio Mane dari Southampton. Tak hanya Mane,
Liverpool juga telah mendatangkan Georginio Wijnaldum, Loris Karius, Joel
Matip, dan Ragnar Klavan. Menariknya, seluruh pemain tersebut telah melakukan
pertandingan uji coba dan mengambil peran cukup penting dalam permainan
Liverpool era baru.
Sadio Mane bermain dengan
apik pada pertandingan pramusim bersama The Reds. Dalam lima pertandingan
terakhir Liverpool di pramusim, dirinya selalu dimainkan di posisi kanan baik
ketika Klopp memasang tiga penyerang maupun ketika Liverpool memasang satu
penyerang dengan lima gelandang.
Mane memang tampaknya
sangat cocok dengan gaya bermain Klopp selama ini. Menurut catatan Whoscored,
37 persen penyerangan Liverpool dilakukan dari sisi kanan. Selain itu,
kehadiran Mane juga membuat Klopp tak memerlukan striker tunggal karena dirinya
sudah memiliki Coutinho dan Firmino yang bisa dipasang serasi bertiga di lini
depan.
Tentu trio tersebut akan
semakin mudah bagi lini tengah untuk menciptakan peluang. Sejauh ini, kepergian
Allen tampaknya tak akan berdampak buruk. Wijnaldum, Emre Can, serta Adam
Lallana dipercaya masih bisa memberikan servis cukup matang bagi ketiga pemain
didepan. Kombinasi antara lini tengah dan lini depan tentu membuat lini
belakang lawan direpotkan dengan banyaknya peluang yang diciptakan Liverpool.

