![]() |
| Ilustrasi |
SERANG,(KB).- Berdasarkan
Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) terdapat 7.513.718 pemilih
yang akan ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur
Banten tahun 2017 mendatang.
Dari jumlah tersebut terdapat 337.968 atau 4,50
persen diantaranya masuk kategori pemilih pemula atau mereka yang masih baru
akan menggunakan hak pilihnya dengan rentang usia mereka berada pada 17-22
tahun.
Kepala Divisi Humas,
Data, Informasi, Hubungan Antar Lembaga KPU Provinsi BantenDidih M. Sudih
mengatakan, secara kuantitas, pemilih pemula terbanyak terdapat di Kabupaten
Tangerang, yakni 07.044 , diikuti dengan Kota Tangerang sebanyak 60.506. “Namun, jika dilihat dari persentase terhadap
pemilih, maka Kota Serang menempati uturtan pertama yakni sebanyak 7,02 persen
yang diikuti Kabupaten Lebak dengan 5.96 persen,”katanya kepada wartawan, Selasa (23/8/2016).
Didih mengatakan,
banyaknya pemilih pemula merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi KPU dalam
melakukan pendataan. Sebab, pemilih pemula perlu untuk diberikan prioritas
dalam mensosialisasikan pentingnya Pilkada dan bisa ikut berpartisipasi dalam
pembangunan daerah.
“Selain mendata pemilih pemula,
KPU juga merilis data penduduk manula yang diatas 90 tahun, penyandang
disabilitas dan status perkawinan,”katanya.
Menanggapi hal itu Pokja
Sosialisasi KPU Banten Enan
Nadiamengatakan, untuk bisa mengantongi suara pemilih pemula tersebut, KPU akan
segera melaksanakan program goes to school dan goes to campus. Program tersebut
akan dilaksanakan pada bulan Oktober setelah nama-nama pasangan calon telah
diumumkan.
“Sudah ada teman-teman yang
menjadwalkan tapi kita minta untuk ditahan terlebih dahulu sebab belum bisa
menyampaikan siapa calonnya. Karena banyak yang bertanya siapa calonnya. Oleh
karena itu kita pastikan untuk program goes to school dan goes to campus itu
pada pertengahan Oktober,”ujarnya.
Enan mengatakan, setelah
penetapan pasangan calon akan langsung dilaksanakan program tersebut di semua
kabupaten/kota dengan melibatkan semua kecamatan. Total sekolah yang akan
dilibatkan sebanyak 155 sekolah yang terdapat di masing-masing kecamatan.
Untuk mekanismenya
sendiri, sekolah yang menjadi tuan rumah tersebut akan mengundang perwakilan
dari sekolah lainnya yang ada di kecamatannya. Formatnya sendiri akan dilakukan
secara diskusi ataupun seminar. Namun KPU Banten sudah menginstruksikan kepada
KPU kabupaten/kota untuk mengkreasikan format tersebut.
“Kami akan melalui tatap muka
monolog untuk menyampaikan informasinya. KPU kabupaten/kota bisa berkreasi
seperti menulis atau lomba pidato yang berkaitan dengan bagaimana memberikan
pemahaman pemilu secara utuh,”katanya.
Ia mengatakan, selama ini
yang menjadi masalah pemilih pemula tidak menggunakan hak pilihnya disebabkan
gamang dengan isu yang berkembang.
Isu-isu yang berkembang tersebut akhirnya membuat mereka enggan untuk
memilih.
“Jadi banyak yang mendengar bahwa
hasil pemilu tidak melaksanakan amanatnya. Selain mungkin hal-hal lain yang
secara pribadi terkait dengan pemahaman mereka mengenai demokrasi dan pemilu
tersebut,”katanya.
Untuk itu Enan berharap,
para pemilih pemula yang terkumpul dalam institusi formal baik negeri maupun
swasta bisa menyisir ke bagian-bagian lain yang memang pemula juga. Oleh
karenanya relawan demokrasi yang dibentuk juga diharapkan bisa masuk ke
kantong-kantong pemilih yang masuk wilayah Banten terpinggirkan dan
termarjinalkan.
“Kita upayakan para relawan ini
bisa masuk ke wilayah itu agar bisa menginformasikan siapa calonnya dan cara
memilih dengan benar, sehingga bisa menggunakan haknya dengan benar.,”tuturnya.

