![]() |
| Ilustrasi |
Dalam pelajaran di
sekolah saya diberitahu guru bahwa makna dan pengertian taqwa adalah
menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan Nya.Tetapi secara
PRAKTEK nya seperti apa pengertian TAQWA kepada Allah tsb?Maksud saya,
bagaimana jadi orang bertaqwa itu dalam praktek hidup sehari-hari? Ini
barangkali yang jadi titik perhatian utama kita. APLIKASI nya gimana?Kita
insyaAllah sepakat, dalam mengarungi hidup ini, setiap saat kita senantiasa
dihadapkan dalam berbagai pilihan-pilihan. Ada pilihan yang mudah yang tidak
memerlukan banyak pertimbangan, tapi terkadang kita juga berhadapan dengan
pilihan yang sulit dan dilematis. Kita seperti berada di persimpangan jalan,
mau pilih ke kiri atau ke kanan?Yakinlah pada saat dilematis seperti itu
sesungguhnya Allah SWT telah mengilhamkan kepada kita petunjuk, sebagaimana
telah tersirat dalam Firman Nya pada surat Asy Syams ayat 8-10:
“maka Allah
ilhamkan kepada jiwa (kita) (jalan) kefasikan dan (jalan) ketaqwaan,maka
sungguh beruntunglah orang yang (memilih) jalan mensucikan jiwa itu dan sungguh
merugilah orang yang
(memilih jalan)
mengotorinya”
Kita bisa merasakan
sendiri kebenaran ayat tsb. Saat pilihan-pilihan sedang terbuka di depan mata
kita, saat kita dibuat ragu mana yang harus kita pilih …. sesungguhnya kita bisa mendeteksi keberadaan dua
pilihan/jalan tsb …. Hati kecil
kita ikut “bicara”.
Nah, pada saat itulah
sesungguhnya KITA DIUJI.
Apakah kita akan memilih
jalan ketaqwaan …. sehingga
saat itu kita disebut BERTAQWA.
Ataukah kita akan memilih
jalan kefasikan!
Ini benar-benar
aplikatif. Sesungguhnya tiap saat kita berada dalam persimpangan, lalu apa
pilihan atau putusan yang akan kita jalankan. Itulah yang akan membuat diri
kita disebut bertaqwa atau bukan. Banyak contoh dalam hidup keseharian ….
Saat uang sedang kurang,
misalnya… tiba-tiba kelihatan ada
kesempatan. Kebetulan kita memegang uang titipan orang, baik itu uang umat,
uang organisasi, uang kantor, ataupun uang gaji karyawan yang sudah harus
dibayarkan (sudah jatuh tempo untuk dibayarkan)
“Ah, pinjam
dulu aja bentar” bisik syetan
Hati-hati! Terkadang
hal-hal yang terlihat remeh, sepele … jika kita
tidak waspada dengan TIPU DAYA …. sekali lagi
TIPU DAYA SYETAN
bisa-bisa kita
terjerumus.
Jika uang titipan yang
ada di tangan, lalu kita gunakan tanpa setahu yang empunya/berhak, untuk
keperluan yang tidak sesuai dengan maksud si penitip tersebut … maka tidak boleh kita memakainya.
Jika kita memang sedang
butuh uang, maka jalan yang harus kita tempuh adalah menghubungi si pemilik
uang tersebut, apakah ia mengizinkan kita pinjam dulu atau tidak.
Ini pilihan memang. Jalan
taqwa atau jalan fasiq!
Dengan demikian, dalam
istilah lain, saya memaknai TAQWA sebagai SIKAP MEMILIH JALAN ALLAH SWT ketika
dihadapkan pada dua atau lebih
alternatif sikap atau
perbuatan.
Hidup ini senantiasa
berada dalam pilihan-pilihan. Dalam berbisnis misalnya pasti banyak situasi
yang membuat kita berada dalam persimpangan. Begitu juga dalam situasi
keseharian kita lainnya.
Nah pilihan jalan mana
yang akan kita putuskan?
Semoga kita senantiasa
mampu memilih jalan-jalan ketaqwaan. Senantiasa memilih untuk menghindari
pilihan-dosa dan secara berani senantiasa memutuskan memilih-jalan-Allah SWT
dibanding pilihan-pilhan lainnya. Inti nya itu.
KEBERUNTUNGAN YANG BAKAL
DIPEROLEH
Sungguh beruntung
orang-orang yang taqwa. Allah SWT akan memberikan banyak sekali BENEFIT atau
KKEBERUNTUNGAN bagi kita jika kita MEMILIH menjadi ORANG YANG BERTAQWA.
Berikut ini adalah
beberapa keuntungan yang sempat saya catat:
1. Allah swt akan menjadikannya sebagai manusia
yang “furqan”
yang dapat membedakan
yang haq dan batil, salah dan benar (Al-Anfal: 29)
2. Allah SWT akan senantiasa memberinya jalan
keluar (Ath-Thalaq: 2)
3. Allah SWT akan memudahkan segala urusannya
(Ath-Thalaq: 4)
4. Allah SWT menghapus kesalahan dan
melipatgandakan pahala baginya (Ath-Thalaq: 5)
5. Allah SWT akan memberi rezeki padanya dari
arah yang tidak terduga (Ath-Thalaq: 3)
6. Allah SWT menyediakan tempat kembali yang
baik (Shad: 49)
7. Allah SWT akan menempatkannya dalam naungan
yang teduh/tenang (Al-Mursalat: 41)
8. Allah SWT memberikan kemenangan padanya
(An-Naba: 31)
9. Allah SWT menyediakan surga baginya (Ali
Imran: 133)
Terima kasih.

