Dewan Minta Disdik Sediakan Tenda SDN Cilampang

Dewan Minta Disdik Sediakan Tenda SDN Cilampang 
SERANG, (KB).-Komisi II DPRD Kota Serang meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Serang untuk menyediakan tenda untuk kegiatan belajar murid SDN Cilampang. Hal itu diperlukan menyusul terbakarnya empat ruang kelas SDN Cilampang pada Sabtu (26/9/2015).

Kami sih yang penting kejadian ini jangan sampai mengganggu belajar mengajar siswa. Jadi kami nanti berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar mereka untuk sementara menyediakan tenda. Jadi agar murid tidak perlu belajar siang dan sore, kami dari Komsi II kan yang penting dapat menyelamatkan dunia pendidikan. Ini kan tadinya mereka hanya memiliki 11 kelas, terbakar 4 jadi tinggal 7, katanya anggota Komisi II DPRD Kota Serang, Tubagus Ridwan Akhmad seusai meninjau lokasi gedung SDN Cilampang, Senin (28/9/2015).

Selain itu, untuk jangka panjang, ia mengatakan akan mengajukan kepada Pemkot Serang melalui Badan Anggaran (Banggar) agar bisa menggunakan dana tak terduga dari APBD Kota Serang, untuk dilakukan pembangunan kelas di SDN Cilampang ini. Apalagi, ini kan karena ada bencana kebakaran, jadi anggaran itu bisa digunakan, tuturnya.

Kepala SDN Cilampang Nano berharap agar seluruh murid yang berada di empat ruang kelas yang terbakar itu, dapat menggunakan tenda agar belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Komisi II DPRD Kota Serang, untuk mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang agar menyediakan tenda untuk belajar mengajar.Kami tadi meminta kepada dewan untuk pengadaan tenda, jika tenda sudah ada paling tidak untuk sementara belajar mengajar dapat dilakukan dengan baik. Kami berharap sih minimal tendanya dapat menampung untuk 4 rombel (rombongan belajar). Tapi semoga lebih karena kami juga sebelum ada kebakaran sudah kekurangan kelas dan menggunakan musola, ujarnya.


Meski begitu, ia mengatakan untuk sementara sebelum ada tenda, pihaknya akan menerapkan jam belajar menggunakan tiga sistem shift yakni jam pagi pada 07.00-11.00, kelas siang pada pukul 11.00-13.00, lalu kelas sore pada pukul 13.00-16.00. Meski ia mengakui jika penerapan tiga shift tersebut akan mengurangi efektivitas belajar mengajar.Jika secara prosedur struktur kurikulum memang kurang jamnya, tapi kami siasati pengurangan jam istirahat yang biasanya dua kali ini hanya satu kali saja. Karena mau bagaimana lagi, sekolah terdekat pun tidak ada. Ada SD Gempol tapi disana juga sudah penuh, ada madrasah terdekat tapi itu juga letaknya jauh, katanya.