PDIP Kirim Pasukan ke Wilayah Kabut Asap

PDIP Kirim Pasukan ke Wilayah Kabut Asap 
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengerahkan 100 personel Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) ke daerah yang terdampak kabut asap. Tim yang dikirim berangkat melalui jalur darat ke Sumatera, dan jalur udara ke Kalimantan.Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto melepas keberangkatan Baguna yang berangkat dengan puluhan mobil dengan peralatan medis yang lengkap."Ini 100 orang ke Sumatera dan Jambi, untuk 25 yang lainnya ini akan kita berangkatkan ke Kalimantan Tengah besok dengan pesawat, di Kalimantan Tengah juga serius khusus disana armadanya dipersiapkan DPD PDIP Kalimantan Tengah, dimana kami koordinasi dengan Bapak Teras Narang, tak ada kata terlambat bantu rakyat menangani bencana asap tersebut, tegas Hasto di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (11/10/2015).

Hasto menjelaskan, tim tersebut dilatih kemampuan mitigasi dan mampu memberikan penanganan medis terhadap korban kabut asap. Pihaknya bekerjasama dengan Basarnas untuk mengetahui peta wilayah disana.Tim dilatih kemampuan mitigasi dan ada dokter yang kami kirim di setiap mobil. Tim ini enam bulan kedepan terbentuk bagi pasukan kemanusiaan PDIP hadapi persoalan bencana, kami secara khusus di dalam satu batalyon spesialisasi bencana basah, Desember hingga Februari. Biasanya tanah longsor banjir kami antisipasi sejak dini, ungkapnya.


Di dalam pelepasan tim juga ditunjukan sejumlah simulasi penanganan medis korban yang pingsan akibat kabut asap hingga pemberian oksigen. Hasto menilai penanganan kabut asap harus dilakukan dengan secepatnya karena terkait erat dengan kemanusiaan dan kerugian ekonomi.10 hari penugasan pertama dan dapat diperpanjang, sudah pamit dapat dukungan keluarga bisa survive di medan tugas. Mereka tunjukan kekuatan mental, hasrat kemanusiaan tanpa kenal lelah. Pelaksanaan prinsip kemanusiaan, mengingat bencana asap belum bisa terselesaikan, kami bantu mengirim. Kita bantu rakyat terhadap dampak negatif akibat penanganan asap dan akibatnya terjadi kerugian ekonomi, tukas Hasto.

Sumber: Klik di sini!