DPRD Minta Masyarakat Awasi Pembentukan Bank Banten

 Ilustrasi
SERANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembentukan bank Banten, supaya tidak menyalahi ketentuan."Sebagai rakyat Banten kita harus punya kepedulian. Banten perlu punya bank tapi tentunya harus dikelola orang profesional, kita harus ikut mengawasi proses pembentukannya," kata Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah dalam diskusi penegasan pendirian Bank Banten di DPRD Banten di Serang, Kamis.

Ia mengatakan, masyarakat harus mengontrol proses pembentukan Bank Banten mulai proses akuisisi agar sesuai tahapan, mengontrol sahamnya serta pengelolaannya jika nanti sudah berdiri."Akuisisi bank harus jelas, pengelolaannya harus baik sehingga membutuhkan SDM yang baik, " kata Asep.Ia berharap dengan berdirinya bank Banten sebagai bank pembangunan daerah, akan memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi Banten dan ujungnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten.


Oleh karena itu, kata dia, DPRD Banten berharap kepada PT Banten Global Development (BGD) sebagai perusahaan daerah yang dipercaya untuk melahirkan bank Banten, agar benar-benar mematuhi aturan dan ketentuan yang diisyaratkan dalam mendirikan sebuah bank.Namun demikian, pihaknya juga menyesalkan perwakilan PT BGD yang tidak datang dalam diskusi tersebut. Padahal, berbagai masukan dari peserta diskusi bisa menjadi pertimbangan dalam proses pembentukan bank Banten tersebut kepada PT BGD.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Duddy Adiyatna mengatakan, tugas sebuah bank secara umum adalah menghimpun dana masyarakat untuk disalurkan dalam rangka membangun perekonomian. Akan tetapi dalam operasionalnya bank diawasi dengan ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)."Bank yang ada di Banten sekarang ini sekitar 1.307 kantor cabang di delapan kabupaten/kota di Banten, dengan kredit yang disalurkan sekitar Rp229 triliun. Namun yang menerima kredit bank di Banten kebanyakan perusahaan yang berkantor di Jakarta," kata Duddy.

Akan tetapi, kata dia, masih banyak yang belum tergarap oleh bank di Banten dalam penyaluran kredit, karena jumlah uang yang ada di bank belum seimbang dengan besaran kredit yang ada di masyarakat. Sehingga masih banyak masyarakat yang belum terjamah oleh perbankan," katanya. Sehingga, kata dia, peluang pendirian Bank Banten masih terbuka lebar apalagi pertumbuhan ekonomi di Banten bertumpu pada industri dan pengolahan. Pertumbuhan ekonomi di Banten juga masih berkutat pada sektor perdagangan, sehingga dibutuhkan keberadaan bank yang fokus pada UMKM di Banten.


"Peluang perbankan masuk ke Banten masih besar bisa mendorong perekonomian pada gilirannya dapat menyejahterakan masyarakat. Tapi pendirian sebuah bank tidak mudah karena butuh kajian, permodalan, manajemen dan SDM yang baik," kata Duddy dalam diskusi yang diselenggarakan Gerakan Pemuda Reformasi (GPRI) Banten tersebut.

Sumber:  Klik di sini!