JAKARTA - Operasional
Haji 2015 sudah selesai sehubungan dengan telah dilakukannya evaluasi
penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M pada awal November lalu. Meski
demikian, Kementerian Agama melalui Teknis Urusan Haji KJRI di Jeddah terus
memantau kondisi jamaah haji Indonesia yang masih dirawat di sejumlah rumah
sakit Arab Saudi (RSAS).
Staf 2 Teknis Urusan Haji
KJRI Jeddah Arsyad Hidayat, dalam laman kemenag.go.id, menjelaskan bahwa jamaah
haji Indonesia tahun 2015 yang belum kembali dan masih dirawat di Rumah Sakit
Arab Saudi sampai dengan Selasa (11/11) berjumlah 16 orang. "Total jamaah
haji Indonesia yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 16 orang dengan rincian, 8 orang
dirawat di RSAS Makkah, 1 orang di RSAS Madinah, dan 7 orang di RSAS Jeddah,” terang Arsyad Hidayat, Selasa (11/11) lalu.
Sebelumnya, Arsyad
menjelaskan bahwa jamaah sakit tersebut
dapat dipulangkan ke Tanah Air jika sudah mendapat surat keterangan dari pihak
rumah sakit. "Bila ada jamaah sakit pascahaji dapat dipulangkan jika telah
mendapatkan medical clearance atau MEDIF (Medical Information Form) dari dokter
untuk dapat terbang dan tidak membawa penyakit menular," kata Arsyad
Hidayat.
Menurut Arsyad yang juga
berperan sebagai Kepala Daker Makkah pada penyelenggaraan haji 1436H ini,
proses reservasi stretcher case passenger (teknis pemulangan jamaah sakit)
membutuhkan waktu. Sebab, proses tersebut memerlukan persiapan-persiapan, baik
penyiapan seat yang banyak, misalnya 6 seat untuk kasus jamaah baring dan 2
seat untuk jamaah duduk, ataupun alat-alat kesehatan seperti oksigen dan
lain-lainnya.
"Untuk pemulangan
jamaah sakit pasca haji, harus didampingi pendamping, dengan ketentuan 2 orang
untuk pasien baring dan 1 orang untuk pasien duduk. Semua hal terkait persiapan
dan pembiayaan menjadi tanggungan Teknis
Haji KJRI Jeddah," kata
Arsyad.
"Dan selama
perawatan, jamaah sakit pasca haji tidak
dikenakan charge biaya sedikitpun," tambahnya. Arsyad menambahkan bahwa
sebelum keberangkatan, pihak Teknis Haji akan berkirim surat ke Kementerian
Agama di Jakarta untuk persiapan penjemputan, termasuk pertolongan medis jika
diperlukan.
Sumber: Klik di sini!

