Gubernur Banten Ajak Relawan Siaga Hadapi Bencana

 Gubernur Banten Rano Karno Dan 
Kepala Dinas Sosial Prov banten Nandy Mulya (Kiri)
SERANG - Gubernur Banten Rano Karno mengajak para relawan di Banten untuk bersiaga menghadapi bencana banjir khususnya, seiring dengan masuknya musim hujan di Banten."Kewaspadaan kita harus ditingkatkan lagi menghadapi bencana banjir dan longsor, mengingat sudah mulai musim hujan," kata Rano Karno usai menghadiri hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan Hari Disabilitasi Internasional di Serang, Rabu.

Ia mengajak seluruh unsur relawan sosial di Banten seperti Taruna Siaga Bencana, Karang Taruna dan elemen masyarakat lainnya, untuk mengantisipasi dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana di Banten pada musim hujan.Selain itu, Rano juga meminta para relawan yang merupakan potensi dan sumber kesejahteraan sosial masyarakat melakukan sinergitas dengan lembaga dan sektor terkait dalam upaya pembangunan kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.

Menurut dia, kemiskinan dan penyandang masalah sosial lainnya merupakan tantangan bersama untuk bisa ditanggulangi bersama. Dengan demikian masyarakat perlu diajak untuk menjadi pelaku pembangunan bukan sebagai objek pembangunan.

"Masyarakat harus menjadi inisiator dan partisipan sehingga tumbuh kesetiakawanan sosial, rasa empati dan peduli karena bantuan tidak hanya materi atau dalam bentuk uang," kata Rano dihadapan ratusan relawan dibawah kordinasi Dinas Sosial Provinsi Banten.Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nandy S Mulya mengatakan dalam upaya menghadapi bencana di Banten pihaknya berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selama ini Dinas Sosial Provinsi Banten juga sudah membentuk Desa Siaga Bencana di masing-masing kabupaten/kota serta pemberdayaan pelajar melalui kepramukaan sebagai relawan bencana yakni satuan karya pramuka Dinas Sosial."Untuk relawan ini kita sudah siap, tinggal membangun sistem informasi dan komunikasi dalam menanggulangi bencana ini.


Tentunya dibawah kordinasi BPBD Banten," kata Nandy Mulya.Menurut dia, Dinas Sosial sudah membentuk kampung siaga bencana di delapan kabupaten/kota, masing-masing daerah ada tiga kampung siaga bencana. Sementara untuk para relawan sosial ada sekitar 750 orang, belum termasuk taruna siaga bencana dan juga Karang Taruna.

Sumber: Klik di sini!