![]() |
| Kapolres Tangsel AKBP Ayi
Supardan saat memnunjukan sejumlah barang bukti yang diamankan dari tempat
prostitusi terselubung di Salon Tika. |
PONDOK AREN – Kekhawatiran warga Kota Tangerang Selatan
(Tangsel) terhadap maraknya tempat prostitusi terselubung terbukti setelah
jajaran polres setempat menggrebek salon di . Pondok Aren.“Kami mengamankan tiga orang dengan peran berbeda,” kata Kapolres Kota Tangsel, Ajun Komisaris Besar,
Ayi Supardan didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal setempat, Ajun Komisaris
Samian di Pondok Aren, Selasa (5/4).
Ketiga pelaku yaitu SS
pemilik salon , D selaku tamu hidung belang dan PP gadis di bawah umur yang
akan menemani D dengan imbalan sebesar Rp 250 ribu sekali kencan.Mendapatkan
informasi adanya tempat mesum terselubung di Ruko yang selama ini dijadikan
salon, polisi langsung mendatangi lokasi tersebut.
Polisi lalu menggeledah
satu kamar dan ditemukan dua orang yang sedang kencan yaitu D selaku tamu dan
PP . Kedua diamankan dan diintrogasi ternyata PP menemani D dengan imbalan Rp
250 ribu sekali kencan.Menurut Ayi Supardan, pemilik salon SS, D dan PP dibawa
ke Mapolres Tangsel berikut barang bukti seperti celana dalam, kasur, karpet
hingga spanduk salon.
“Pemilik salon
mengakui memperkerjakan dua orang anak di bawah umur untuk melayani tamu hidung
belang yang ingin berkencan dengan tarif Rp 250 ribu sekali kencan,” tuturnya untuk SS atau pemilik tempat mendapatkan
imbalan sekitar Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu untuk karyawatinya. Pihaknya kini
tengah mengantisipasi keberadaan tempat prostitusi terselubung yang disinyalir
mulai marak di Kota Tangsel dengan dalih seperti salon, kafe, rumah makan,
maupun warung remang-remang, katanya.
Sumber: Klik di sini!

