![]() |
| Presiden Joko Widodo |
JAKARTA – Reshuffle
(perombakan) kabinet jilid II, Presiden Jokowi tidak perlu menunggu islah
(damai) Partai Golkar yang menggelar Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa)
pada 7 Mei nanti, dan diperkirakan kader Golkar tidak masuk dalam kabinet baru.
“Jokowi cukup hanya menunggu islah PPP yang akan
menggelar Muktamar Luar Biasa PPP pada 8 April,” terang Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Prof
Dr Yusron Razak, di Jakarta, Senin (4/4).
Ia memperkirakan Jokowi
melakukan reshuffle kabinet Minggu depan, setelah kepengurusan hasil muktamar
luar biasa PPP terbentuk. “Kalau harus
menunggu kepengurusan yang baru Partai Golkar memang cukup lama,” papar Yusron. Menurut Yusron, isu reshuffle
kabinet sudah sedemikian santer, dan mengganggu kerja menteri, sehingga Jokowi
harus segera mengambil keputusan.
Dalam formasi kabinet
hasil reshuffle nanti, menurut Yusron, kader PAN yang sebelumnya sudah
menyatakan bergabung sebagai partai pendukung pemerintah mungkin masuk dalam
jajaran kabinet, termasuk kader PPP yang diajukan oleh kepengurusan partai
hasil muktamar luar biasa PPP yang akan digelar pada 8 April.
Jokowi meminta menteri
Kabinet Kerja untuk tetap fokus bekerja meskipun wacana rombak kabinet semakin
menguat. Ia juga berharap tak ada yang mendikte dirinya soal perombakan kabinet
ini. “Semuanya fokus kerja dulu. Tidak
usah ada yang dorong-dorong,” kata Jokowi,
di Jakarta, Minggu malam (3/4).Terkait reshuffle ini, Jokowi tidak ada mendikte
dirinya. “Saya tidak bisa dikte, atau
diintervensi siapapun dalam melakukan reshuffle kabinet,” terang Jokowi.
Sumber: Klik di sini!

