Banjir Kiriman dari Bogor Bisa Terdeteksi

 Ilustrasi
TANGSEL - Kedatangan air kiriman dari Bogor sebagai penyebab banjir dipastikan bisa diantisipasi masyarakat Kota Tangsel. Pemkot berencana memasang alat peringatan dini banjir di sejumlah titik. 

Alat tersebut berfungsi mendeteksi ketinggian air di sungai. Banjir di Kota Tangsel memang disebabkan juga oleh air dari Bogor yang mengalir ke Sungai Cisadane atau anak kali seperti Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Ciputat.

Air kiriman ini biasanya datang tak kenal waktu. Tak ada hujan, tiba-tiba banjir melanda karena aliran kali meluap. Kami akan memasang alat peringatan banjir. Alat ini sangat efektif sebagai sinyalmen dalam mengirimkan informasi awal ketika derah Bogor dan Depok aliran air sungai tinggi dan berpotensi banjir ke Kota Tangsel, ujar Uci Sanusi, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel.

Alat ini akan dipasang minimal di tiga titik. Titik pertama diletakan dengan jarak cukup jauh yakni di perbatasan Tangsel, misalkan Depok. Alat kedua berada di Kali Angke, dan ketiga di tengah-tengah kawasan Tangsel dengan tujuan debit air yang mengalir akan dapat dibaca dari ketinggian dan lama kiriman air.

Kejadian ini sering kita alami, Tangsel tidak terjadi hujan tiba-tiba ada air kiriman dari Depok atau Bogor. Melalui alat ini akan cepat diketahui. Kita pun akan melihat tinggi air di kawasan Depok dan Bogor masuk siaga berapa, imbuhnya.

Berita debit air akan terkirim dimulai dari siaga empat. Alat ini juga akan mentransfer data ke server yang diletakan dan dimonitor oleh petugas yang berada di kantor BPBD Kota Tangsel. Sehingga dengan hitungan jam, air yang terkirim dari Depok dan Bogor mampu terdeteksi dan akurasi waktu.Ada petugas berjaga yang selalu memonitor perkembangan di kantor BPBD. Server selalu menerima data dan gambar karena ada CCTV yang dipasang di lokasi, terang Uci.

Adanya informasi ini, paling tidak petugas BPBD dapat melaporkan kepada kelompok sadar bencana yang ada di titik-titik potensi banjir. Apa yang harus dilakukan oleh mereka, itu yang paling penting guna mengantisipasi air kiriman.Minimal, warga mengetahui lebih awal. Apa yang harus mereka lakukan, jika sewaktu-waktu debit air terus meninggi hingga siaga satu. Itu hal yang paling penting untuk menyelamatkan keluarga dan barang berharga, tambah Uci.

Anggaran untuk mendapatkan alat serta perawatan mencapai Rp 1,5 miliar. Sedianya akan dianggarkan pada perubahan pertengahan tahun ini. Sementara alat itu dikerjasamakan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).Seperti diketahui, ada tiga aliran kali yang melintasi kawasan Tangsel di antaranya, Sungai Cisadane yang melintasi Perumahan Pesona Serpong, Indah Kiat serta Rumah Makan Kampung Air.

Sungai Pesangrahan juga melintasi kawasan Cirendeu Permai yang kerap banjir. Namun Uci memilih Kali Angke yang mengaliri banyak daerah mulai dari Vila Pamulang, Bumi Serpong Residence, Vila Dago Tol, Graha Mas Raya, Vila Mutiara, dan Kayu Gede, Pakujaya. Kami memilih Kali Angke karena memang melintasi jantung Kota Tangsel. Niatanya semua akan dipasang semua tapi tunggu anggaran nanti, paparnya.


Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany pernah memperkenalkan program ini kepada para camat dan kepala dinas. Jika BPBD memiliki program pendeteksi banjir menurut ia, ini sangat penting untuk diterapkan sehingga banjir mampu diantisipasi.BPBD pernah memaparkan soal program ini dan saya cukup terkejut. Ini sangat bagus untuk diaplikasikan di Tangsel, paparnya, beberapa waktu lalu.