![]() |
| Ratusan Pegawai Pemkot Bekasi Gunduli Rambutnya |
BEKASI – Laporan keuangan Pemkot Bekasi diberi rapor bagus
dengan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),
ratusan pegawai laki-laki instansi itu kompak membabat habis rambutnya
hingga botak.
Ini mengikuti perayaan ala Walikota Rahmat Effendidan
wakilnya Ahmad Syaikhu. Pemandagang ‘cerah’ di sejumlah
ruangan pada pada Kamis (2/6) siang, nampak berbeda, di sejumlah instansi dan
pelayanan masyarakat nampak berbeda penampilan pegawai prianya.
Mereka mencukur rambutnya
hingga tak tersisa, karena mengikuti nazar (janji) Wali Kota Bekasi, Rahmat
Effendi.Rahmat Effendi bernazar, bahwa bila
meraih predikat WTP terhadap keuangan daerah yang dilakukan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat, dia akan menggunduli rambutnya.“Mencukur rambut ini adalah nazar dan harapan saya
agar Pemerintah Kota Bekasi bisa meraih WTP,” kata Rahmat di Plaza Pemkot Bekasi pada Kamis (2/6) siang.
Rahmat mengungkapkan,
sebetulnya nazar itu direalisasikan setelah BPK Jawa Barat mengumumkan hasil
WTP pada Selasa (7/6) mendatang. Namun karena tak sabar, ia justru menggunduli
rambutnya lebih dulu. Tak disangka, ratusan pegawai di lingkungan pemerintah
setempat justru mengikuti jejak Rahmat. “Kalau pegawai
ikut menggunduli rambutnya, berarti semakin banyak yang mendoakan supaya Pemkot
Bekasi bisa raih WTP,” ujar Rahmat.
Rahmat mengungkapkan,
akan menjadi sejarah bila Kota Bekasi meraih WTP. Sebab selama lahirnya atau
pemekaran Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi pada 19 tahun silam, wilayahnya
belum pernah memperoleh WTP.Adapun WTP adalah opini audit yang diterbitkan
karena laporan keuangan daerah dianggap bebas dari salah saji material atau
prinsip akuntansinya berjalan dengan baik.
Rahmat menambahkan, ide
menggunduli botaknya berawal dari perbincangan santai dirinya dengan Kepala
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Widodo
Indrijantoro, Rabu (1/6). Saat itu, mereka sepakat untuk menggunduli rambutnya
dan memanjatkan doa agar meraih WTP.
Rupanya, tanpa
sepengetahuan keduanya Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu juga melakukan hal
serupa dengan memangkas habis rambutnya. Sejak Rabu (1/6) kemarin, tampilan
berkepala botak ini langsung diikuti oleh pagawai laki-laki di lingkungan
Pemerintahan Kota Bekasi.
“Ini sebagai
bentuk solidaritas antar pegawai. Masak Walikota dan Wakil Walikota sudah
begini (plontos), ada pegawai yang tidak mengikutinya? Bagaimana dapat berjalan
dengan baik kalau begitu,” kata Rahmat.
Meski begitu, kata dia,
kepala daerah tidak mengharuskan pegawainya untuk dicukur plontos. “Tidak ada keharusan, tapi pegawai harus punya rasa
empati antar pegawai (untuk membotaki kepalanya),” ucapnya.

