![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).- Presidium
Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten yang juga Ketua
Panitia Tetap Daerah (Pantapda) Pekan Olahraga Seni Pondok Pesantren Nasional
(Pospenas) ke VII, Maimun Alie, menyebut kekurangan anggaran untuk
penyelenggaraan Pospenas di Banten mencapai Rp 8 Miliar.
Hal itu karena kegiatan
tiga tahunan tersebut akan dihadiri lebih dari 40 ribu santri di Indonesia
sehingga membutuhkan kesiapan yang matang dalam mensukseskannya.
“Di Pospenas tahun ini 200 atlet
dari setiap kontingen di Indonesia akomodasinya dibiayai oleh panitia daerah,
makannya yang lainnya kita tidak nanggung, itupun dari angka Rp 20 M kekurangan
8 miliar, jumlah itu untuk semua kebutuhan penyelenggaraan,” kata Alie ditemui usai menghadiri kegiatan
Keabsahan dan Training Center Calon Kontingen Provinsi Banten, di Aula Kanwil
Kemenag Banten di KP3B Curug Kota Serang, Senin (21/8/2016).
Menurutnya, keluhan
tersebut sudah disampaikan ke Panitia Nasional dan sudah direspon dengan baik.
Ia berharap, tambahan anggaran untuk kesiapan Pospenas tersebut segera
direalisasikan agar kesiapan kegiatan megah tersebut benar-benar dapat
dilakukan dan menekan kendala.
“Mereka (panitia nasional
Pospenas) selalu bertanya apa yang bisa dibantu untuk kesiapan Pospenas di
Banten, mereka siap memberikan tambahan dana, kita lihat saja nanti,
mudah-mudahan segera diwujudkan,” ujarnya.
Ia juga berharap dengan
terpilihnya Banten menjadi tuan rumah Pospenas ke VII menjadi ajang mengenalkan
Banten ke Provinsi lain dan dapat mewujudkan prinspi tri sukses yakni sukses
administrasi, sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan. “Sebenarnya dalam hal ini, FSPP hanya menjadi juru
bayarnya saja karena kita juga memiliki tanggung jawab moral, kami ingin sukses
semuanya, bukan hanya sukses keuangan tetapi sukses juga sebagai penyelenggara
yang baik,” tuturnya.
Meski kekurangan Rp 8
miliar namun berbagai kesiapan sudah dilakukan baik tempat maupun peralatan
perlombaan bahkan pihaknya tengah memperbaiki stadion yang akan dijadikan arena
utama pembukaan dan penutupan. Bahkan, kata dia, biaya rehab untuk stadion yang
berlokasi di Ciceri tersebut mencapai Rp 5 miliar.
“Kami juga ingin kontingen Banten
unggul dalam berbagai cabang mata lomba karena ada 25 cabang yaitu 11 cabang
seni dan 14 olahraga, semuanya harus unggul sehingga mejadi juara umum,” katanya.
Evaluasi Kembali
Sementara itu, Kepala
Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten,
Irvan Santoso, meminta kepada pantia lokal untuk melakukan evaluasi kembali
terhadap sejumlah atlet yang akan bertanding di Pospenas. Menurutnya, hal itu
dikhawatirkan ada persoalan adminitrasi, sebab, biasanya meskipun telah
dilakukan verifikasi, masih saja ada kendala mengenai persyaratan
administrasinya.
“Saya minta agar dilakukan
evaluasi kembali jangan sampai juara atlet dari pospeda itu ada yang bermasalah,
seperti umur melebihi ketentuan, dan sekolahnya sudah lulus,” ucapnya.
Ia menyambut baik langkah
panitia yang sudah intens melakukan kesiapan bagi atlet calon kontingen asal
Banten. Dia berharap, seluruh atlet baik dari cabang seni maupun olahraga dapat
terus dilakukan uji coba agar lebih siap menghadapi lawan di Pospenas. “Kami juga sedang menyiapkan konsep pembukaan
karena rencananya pihak panitia akan mengerahkan 20.000 santri, saat ini kami
sedang menyeleksi EO-nya,” tuturnya.
Ia mengatakan, target
pada Pospenas tahun ini Provinsi Banten mendapat juara umum, dengan berkaca
pada kegiatan MTQN di NTB beberapa waktu lalu. Irfan mengaku, tengah
mempersiapkan kadedeuh bagi atlet yang mampu menyumbangkan emas di Pospenas ke
VII tersebut.
Plt Kakanwil Kemenag
Banten, yang juga menjadi tim panitia keabsahan bagi atlet calon kontingen
Banten, Mahfuddin, mengatakan, dirinya dan tim keabsahan yang lain tengah
memeriksa kembali administrasi persyaratan bagi atlet. Menurutnya, pada
Pospenas ke VII itu, jangan sampai ditemukan atlet Banten bukan dari santri,
untuk itu, dia akan melakukan tes tulis bahasa arab sebagai bukti
kesantriannya.

