Simulasi Pengamanan Pilkada 2017,Geruduk Kantor KPU, Demo Pilgub Berujung Ricuh

 Simulasi Pengamanan Pilkada
SERANG Ratusan massa aksi menggeruduk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menuntut para penyelenggara pemilu untuk netral dalam menyelenggarakan tahapan pilkada. Demonstran menilai ada tindakkan tidak netral anggota KPU Banten  yang memenangkan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten.

Demonstrasi yang melibatkan ratusan warga yang tak terima calon pilihannya diakali oleh KPU bermula saat pencoblosan ada surat suara yang dianulir ke calon pasangan lain. Atas dasar kecurangan itu, mereka mendatangi kantor KPU menuntut pertanggungjawaban Ketua KPU Banten agar bisa bersikap netral seperti yang diamanatkan oleh undang-undang.

Awalnya, massa hanya melakukan orasi menuntut ketua KPU keluar menemui mereka dan menjelaskan permasalahan terkait diskriminasi terhadap salah satu calon. Tak berselang lama, massa mulai panas lantaran ketua KPU tak kunjung datang menemui mereka. Kehadiran Ketua KPU di tengah massa juga tak menyurutkan amarah massa.

Para pengunjuk rasa kemudian memaksa masuk ke kantor KPU. Bentrokan pun akhirnya tak terhindarkan, massa semakin beringas karena petugas kepolisian yang mengawal aksi demonstrasi tersebut menghalangi mereka untuk masuk.

Aksi saling pukul dan lempar pun pecah. Polisi yang mengawal jalannya aksi terus mengantisipasi agar kericuhan tidak meluas. Namun mendapat perlawanan dari petugas kepolisian, para pengunjuk rasa justru semakin beringas hingga melakukan tindakan vandalis berupa pengrusakan pagar dan melakukan bakar ban.

Demikianlah pemandangan pada simulasi yang dilakukan oleh jajaran kepolisian dari Polda Banten dan Polres Serang dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2017. Setidaknya 300 polisi dikerahkan dalam simulasi tersebut.

Jadi kegiatan yang kita laksanakan hari ini adalah dalam rangka mempersiapkan Pilkda nanti, kata Kapolda Banten, Brigjen Pol Ahmad Dofiri di Alun-Alun Barat Kota Serang, Rabu (24/8/2016).

Pihak kepolisian mengundang  jajaran TNI, Satpol PP, dan instansi terkait melakukan hal tersebut guna memudahkan koordinasi pengamanan Pilkada Serentak 2017.

Dofiri mengatakan, pihaknya melakukan simulasi itu dengan kondisi seburuk mungkin sehingga petugas kepolisian harus siap mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada pelaksanaan Pilkada Serentak mendatang. Kita antisipasi dengan keadaan terburuk, untuk itu dalam simulasi ini kita kerahkan semuanya pasukan dari mulai Sabhara, Brimob, Babinkantibmas, dan Polantas, ungkapnya.