![]() |
| Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto |
JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar mengukuhkan 247 pengurus
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai beringin itu untuk masa bakti 2014-2019, di markasnya di Slipi, Jakarta Barat, Jumat (12/8).
Menurut Novanto,
kepengurusan yang berjumlah 247 orang
itu yang terdiri atas pengurus harian dan pengurus departemen. Dalam
kepengurusan ini disusun dengan mempertimbangkan aspek kompetensi.
Selain itu juga aspek
keterwakilan wilayah dan perempuan sebesar 30% sebagaimana dipersyaratkan
Undang-Undang Partai Politik. Kepengurusan ini telah mendapatkan pengesahan
dari Kementerian Hukum dan HAM RI beberapa saat yang lalu.
Selain itu, dalam
komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar ini telah mencerminkan semangat
rekonsiliasi
dan kekeluargaan.
Semangat rekonsiliasi ini tampak terlihat dari kepengurusan dua kubu yang
dahulu berkonflik, kubu Bali dan kubu Ancol.
“Dalam pengukuhan kepengurusan
hasil Muyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar ini kita lakukan
pengukuhan dimana sudah diputuskan Menteri Hukum dan HAM. Karena sudah
diputuskan maka kita lakukan pengukuhan,” kata Setya Novanto di lokasi.
Novanto berharap
kepengurusan Partai berlambang beringin ini bisa menjalankan program-programnya
selama satu tahun ke depan. “Nantinya
pengurus bisa mewujudkan program kerja yang sudah disusun dalam Rapat Pimpinan
Nasional (Rapimnas),” ujarnya.
Mantan Ketua DPR RI
itu menambahkan sidang plenonya yang
digelar mulai pukul 14:00 WIB ini untuk menindaklanjuti surat keputusan (SK)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly yang telah mengesahkan 279 pengurus DPP Partai
Golkar. Diagendakan juga rapat pleno membahas tata kerja DPP Partai Golkar.
Tata kerja ini merupakan pedoman tugas, wewenang dan fungsi
kerja DPP Partai GOLKAR yang akan melaksanakan tugasnya tiga tahun ke depan.

