![]() |
| Ilustrasi |
TIGARAKSA – Angka perceraian di Kabupaten Tangerang tercatat
sebagai yang tertinggi di Provinsi Banten. Salah satu faktornya adalah ekonomi,
KDRT sampai hadirnya orang ketiga. Berdasarkan data Pengadilan Agama Tigaraksa,
tahun lalu angka perceraian sebanyak 4.700 perkara. Jumlah tersebut naik 20
persen, dari 2014 sebanyak 4.200 perkara.
“Untuk penyebab
perceraian paling sering yaitu tidak harmonis, hal itu mencakup seperti
poligami tidak sehat, faktor ekonomi, krisis akhlak, cemburu, selingkuh,
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan masih banyak lagi,” ujar kata Humas Pengadilan Agama Tigaraksa
Fitriyel Hanif, Kamis (14/1).
Fitriyel mengatakan kasus
ini didominasi pihak perempuan yang menggugat. Ia memperkirakan pada 2016 ini,
sidang perkara cerai di PA Tigaraksa akan mengalami peningkatan. “Sampai sekarang saja, kami sudah menerima 100
permohonan baru. Ini menjadi tanda tahun 2016 angka perceraian akan semakin
bertambah,” terangnya.
Selain itu, usia
perkawinan muda antara dua hingga tiga tahun sangat rawan terjadi masalah yang
berujung pada perceraian. Tak hanya itu, kebanyakan pasangan yang mengajukan
cerai ini, usianya antara 25 sampai 30 tahun. Ia menilai, usia seperti itu
memang masih labil. “Rata-rata di
usia tersebut mereka masih bingung yang mana yang menjadi prioritas,” tambahnya.
Fitriyel menambahkan ada
dua perkara perceraian, karena permohonan yang dilakukan talaknya oleh Suami
dan gugatan cerai yang dilayangkan istri. “Kasus
perceraian saat ini lebih banyak diajukan oleh perempuan atau dicerai karena
putusan pengadilan,” urainya. Pihak
PA Tigaraksa juga telah melakukan upaya mediasi yang dilakukan pihak pengadilan
Agama pun. Sayang hal itu belum mampu mengurangi niat pasangan suami-istri
untuk langgeng berpisah.
“Sudah kita
lakukan, tapi mereka keukeuh untuk berpisah,” pungkasnya.
Diketahui, rata-rata
pasangan yang memohon penceraian di usia 25 sampai dengan 35 tahun, merupakan
yang paling dominan berperkara cerai. Porsinya 60-70 persen perkara cerai
dilakukan oleh pasangan antara 25-35 tahun, ada juga usia 20-25 paling 10
persen dari jumlah total. Di atas 35 tahun mencapai 20 persen.
Sumber: Klik di sini!

