![]() |
| Adhyaksa Dault dan
Badrodin Haiti |
PALMERAH -- Kasus
perkosaan dan maraknya kekerasan seksual
khususnya terhadap anak-anak dinilai terjadi akibat bebasnya situs porno di Indonesia.Terakhir peristiwa sangat
memilukan harus dialami Yuyun, yang baru berumur 14 tahun, diperkosa 14
begundal dan kemudian dibunuh.
Resah atas maraknya kasus kekerasan seksual,
terutama korban dan pelakunya yang masih di bawah umur, Ketua Kwartir Nasional
(Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhayaksa dault, Rabu (4/5/2016), melaporkan data
situs dan akun media sosial yang
menyebarkan konten Pornografi ke Mabes
Polri.
"Saya sedih saat
mengetahui salam Osis, salam Pramuka dan salam Batik bermuatan konten porno .
Ada ribuan lagi konten porno di
internet, konten-konten porno ini
setelah saya diskusikan dengan para pakar, juga ikut memicu kejahatan seksual,
seperti yg menimpa anak kita Yuyun di Bengkulu," kata Adhyaksa, yang
diterima langsung Kapolri Jenderal (Pol) Badroti haiti
"Kapolri berjanji
segera menindaklanjuti laporan kami. Ini merupakan tanggungjawab kita bersama
menjaga generasi aset kita. Rusak generasi, rusak kita hari ini dan di masa
akan datang," kata mantan Menpora era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
ini.
Semua pihak sudah
mengutuk peristiwa menyedihkan itu termasuk dengan menerapkan hukuman mati,
hukuman seumur hidup, atau dikebiri.Meski demikian, sebagian pihak, di
antaranya seperti disampaikan mantan Menpora, Adhayaksa dault , situasi itu
terjadi sebagai akibat maraknya situs porno.
Sumber: Klik di sini!

