![]() |
| Mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo |
FILIPINA – Mahkamah Agung Filipina membebaskan mantan
Presiden Gloria Macapagal Arroyo dari dakwaan ‘menjarah’ dan
memerintahkan pembebasannya dengan segera.
Arroyo menghabiskan
hampir lima tahun di rumah sakit yang menjadi tempat tahanannya setelah dituduh
menyalahgunakan 366 juta peso atau sekitar Rp100 miliar dana lotre yang
sedianya ditujukan untuk yayasan-yayasan sosial.
Juru bicara Mahkamah
Agung, Theodore Te, mengatakan kepada wartawan bahwa dakwaan dicabut karena ‘bukti-bukti yang tidak cukup’. Walau berada dalam tahanan, Arroyo, tetapi
terpilih kembali sebagai anggota Kongres dalam pemilihan umum Mei lalu.
Perempuan berusia 69
tahun itu ditangkap tahun 2011 -setelah menjabat sebagai presiden selama
sembilan tahun- dengan tuduhan melakukan kecurangan dalam pemilu namun
dibebaskan dengan jaminan.
Beberapa bulan kemudian
dia ditangkap kembali dengan dakwaan korupsi dan ditahan di rumah sakit karena
mengaku menderita gangguan leher serta punggung sehingga harus menggunakan kursi
dorong.
Presiden yang baru,
Rodrigo Duterte, sebelumnya mengatakan kasus atas Arroyo lemah dan menawarkan
pengampunan namun ditolak Arroyo dengan alasan memilih untuk melawan tuduhan
tersebut.
Beberapa politikus yang
dekat dengan Arroyo masuk dalam kabinet pimpinan Presiden Duterte, antara lain
penasehat keamanan nasional dan untuk perundingan damai dengan kelompok
pemberontak.

