Calhaj Banten Diminta Tetap Fokus Ibadah

Ilustrasi
MEKAH, (KB).-Hari ini, 9 Zulhijah atau 23 September 2015, seluruh jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Sementara itu, calhaj Banten diingatkan agar fokus pada ibadah.Salah seorang jemaah asal Banten, Sanuji Pentamarta, mengatakan jemaah Indonesia bergerak ke Arafah secara bertahap pada Selasa (22/9/2015) mulai pukul 07.00 hingga sore hari pukul 16.00 WAS. Kami diberangkatkan menggunakan bus secara bergelombang, kata Sanuji yang juga anggota DPRD Banten asal Lebak.
  
Ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, ia telah berada di Arafah. Dikemukakannya, salah satu terowongan yang menjadi pintu masuk ke wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) yaitu terowongan King Fahd, mulai ditutup bagi kendaraan. Hanya pejalan kaki yang bisa melalui kawasan tersebut. Kendati pemondokan jemaah calon haji tinggal di dekat terowongan tersebut, namun mereka menuju Arafah tidak dengan berjalan kaki. Mereka menunggu bus yang disiapkan maktab masing-masing.

Akses masuk diberi pagar barikade. Hal itu antara lain terlihat di pintu terowongan wilayah Syisyiah yang terhubung ke Mina. Puluhan petugas menggunakan pengeras suara meminta para pengemudi kendaraan yang tak memiliki izin masuk untuk kembali berputar arah. Hanya kendaraan yang memiliki stiker khusus diperbolehkan lewat."Meski dijanjikan berangkat ke Arafah pukul 11.00, tapi sejak pukul 09.30 kami sudah harus siap di lobby," katanya.

Seluruh jemaah yang berangkat pada pagi dan siang hari telah diberitahu agar menyiapkan makanan selama berada di Arafah. Sebab, layanan katering dari Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) baru dimulai pada malam hari.Sementara Anwari Husnira, jemaah asal Pandeglang, mengatakan telah menyiapkan bekal makanan secukupnya untuk di Arafah, termasuk biskuit dan buah-buahan. Ia juga menyiapkan baju ganti untuk dipakai setelah melaksanakan semua rukun haji.

"Selain itu, kami tidak lupa membawa peralatan ibadah, seperti sajadah, Alquran, buku manasik, dan tasbih," katanya."Selama wukuf saya hanya ingin berdoa, tidak ingin kemana-mana," katanya.Sementara petugas haji Banten Fatah Sulaiman mengatakan, PPIH menyiapkan 1.040 bus untuk mengangkut jemaah haji reguler Indonesia ke Arafah yang jumlahnya mencapai 155.200 orang. Kendaraan tersebut ditempatkan di 52 maktab yang masing-masing menampung sekitar 3.000 orang."Satu bus berisi sekitar 50 orang," katanya.

Yusuf Soufi, petugas asal Banten lainnya mengatakan, sebagian jemaah sudah bersiap ke Arafah sejak Selasa dini hari. Bahkan, tak sedikit jemaah yang memilih tidak tidur dan sudah menggunakan kain ihram. Sambil menunggu Subuh, jemaah berjalan-jalan dan membeli makanan serta minuman untuk bekal di Arafah.Sementara itu, petugas haji asal Kanwil Kemenag Banten Agus Salim memastikan jemaah asal Banten tidak ada yang menjadi korban robohnya tenda di Arafah. Diakuinya, angin kencang di Arafah merobohkan satu tenda. Tenda jemaah asal Banten bagus-bagus. Seuruh tenda dilengkapi karpet, water cooler, dapur, toilet, dan aliran listrik, katanya.