![]() |
| Ilustrasi |
Dari sekian banyak curhat online yang masuk
ke inbox email atau pesan facebook, beberapa diantaranya curhat tentang
perselingkuhan. Ada suami yang mengakui selingkuh atau istri yang mengakui
perselingkuhannya.Bagaimana Mencegah Perselingkuhan? Untuk mencegah terjadinya
perselingkungan, islam melarang seorang perempuan duduk berduaan dengan
laki-laki yang bukan muhrim tanpa ditemani muhrimnya. Mengapa sampai dicegah
sedemikian rupa? Sedini mungkin untuk mencegah terjadinya hubungan di luar
nikah.
Karena Allah tentunya faham betul karakter
mahluk ciptaannya. Anda, saya dan kita semua, mahluk yang mudah tergoda oleh
dorongan hawa nafsu. Bisa saja awalnya anda tak berniat untuk selingkuh, hanya
menganggap sebagai sahabat. Namun, karena sering berduaan; ngobrol, jalan
bareng, ngobrol, makan dan sejenisnya, tanpa anda sadari tumbuhlah rasa cinta
itu. Rasa cinta kepada selain pasangan yang syah.
Karena curhat mereka sifatnya pribadi dan
rahasia, saya tak akan mempublikasikannya di sini atau di media manapun.
Artikel yang saya tulis ini bukan isi curhat mereka tapi rangkuman dari
beberapa saran saya untuk mencegah atau mengakhiri perselingkuhan. Lebih
spesifik, yang akan saya sampaikan adalah saran saya untuk para istri yang
berniat, sedang atau ingin mengakhiri perselingkuhan. Tapi saran ini juga
berlaku untuk para suami. Di artikel ini saya menggunakan kata ganti “Anda”, karena materi artikel ini merupakan rangkuman dari beberapa saran
yang saya sampaikan kepada seseorang yang curhat tentang perselingkuhan.
Jadi dengan menyebut “Anda”, bukan berarti saya menganggap pembaca artikel pernah selingkuh ya,
hehehe.. Silakan simak artikelnya. Sebagai orang-orang yang agamis, saya yakin
anda sekalian sangat faham bagaimana islam, juga agama-agama lain, melarang
keras hubungan di luar nikah. Bahkan bagi yang sudah menikah, selingkuh
(melakukan hubungan intim dengan selain suami) termasuk dosa besar yang di
zaman dahulu harus dihukum sangat berat yaitu hukum “rajam” (dilempari dengan batu sampai mati).
Pesannya, apa pun alasannya, apa pun
penyebabnya, perselingkuhan adalah salah menurut hukum agama maupun hukum
positif. Maaf bukan saya mau menghakimi, saya hanya mengingatkan.Apakah salah
jika saya mencintai pria lain selain suami? Perasaan cintanya tidak salah,
karena itu bagian dari insting atau naluri manusia seperti rasa suka, sayang
atau perasaan lainnya. Yang salah adalah keinginan untuk mewujudkan rasa cinta
itu dengan melakukan hal-hal yang melanggar norma hokum dan agama.
Anda harus ingat, iblis sangat lihai
menggoda manusia, sampai-sampai anda tak sadar telah tergoda oleh rayuanya dan
merasa itu bukan sebuah kesalahan. Iblis tahu apa yang anda inginkan, apa yang
anda harapkan dan apa kelemahan diri anda. Dari sanalah dia masuk untuk
membelokkan keteguhan hati dan kesetiaan anda pada sang suami. Anda
Mengecewakan dan Menyakiti Orang-Orang yang Mencintai Anda Seandainya saya di
posisi suami anda, saya bisa merasakan betapa kecewa, marah, sedih dan sakit
hatinya ketika tahu istri yang sangat dicintainya telah membagi cintanya kepada
pria lain.
Apalagi jika perselingkuhan itu sudah lebih
jauh sampai melakukan hubungan intim. Dia merasa dikhianati oleh orang yang
dipercayai dan dicintainya. Artinya dibalik kebahagiaan semu yang anda rasakan
dengan pasangan selingkuh, ada orang yang tersakiti. Mereka adalah suami dan
anak-anak anda, juga istri dan anak-anak dari selingkuhan anda. Menyadari
Kesalahan dan Mengakhiri Perselingkuhan Manusia memang tempatnya khilap dan
salah. Tapi, ketika anda sadar bahwa anda salah, walaupaun mungkin kesadaran
itu masih lemah, hentikan segera kesalahan itu. Segera bertaubat dan perbaiki
diri.
Tak mudah melupakan selingkuhan? Tentu
karena perasaan cinta anda sudah cukup mendalam padanya. Tapi akan lebih sulit
lagi jika anda tak segera menghentikannya. Butuh waktu, kesabaran dan keteguhan
hati untuk mengakhiri hubungan terlarang itu. Jika anda tak ingin terjerumus
semakin dalam, tak ada jalan lain anda harus menghentikannya sekarang juga!
Anda ahrus berusaha menghindari hal-hal yang bisa mengarah kepada perselingkuhan.
Salah satu caranya dengan memutus kontak
telepon, email, chat bbm dan kontak lainnya. Jika selingkuhan anda rekan kerja,
sebisa mungkin menghindari pertemuan atau pindah kerja agar tak lagi ada
kesempatan bertemu dengannya.Berat menjalani semua itu? Pasti! Awalnya pasti
tak mudah melepaskan diri dan melupakan orang yang pernah anda cintai, tapi
lambat laun anda bisa melupakannya. Yang penting niat anda sudah kuat dan tekad
sudah bulat.
Kuatkan hati dan iman agar tidak melakukan
lagi hal-hal yang dilarang Allah. Minta petunjuk, bimbingan dan pertolongan-Nya
agar anda terhindar dari perbuatan dosa. Ingatlah, apa pun alasannya, suami dan
anak-anak anda tak akan rela dengan perselingkuhan anda. Apa Sebenarnya yang
Anda Cari dalam Hidup Ini? Yang lebih penting lagi, Allah tak meridhai
perselingkuhan anda. Jika Allah tak meridhai, apa yang anda cari? Kebahagiaan
seperti apa yang anda harapkan? Kebahagiaan sesaat dari seorang manusia yang
sangat mungkin akan berubah bahkan hilang tak berbekas? Ataukah cinta dan
keridhaan Allah yang akan membawa anda meraih kebahagiaan abadi? Syukuri apa
yang anda miliki saat ini, suami dan anak yang mencintai anda.
Syukuri rasa cinta pada suami, kerena itu
adalah anugerah dari Allah. Bukankah Allah sudah janji jika kita mensyukuri
nikmatnya, maka akan ditambah nikmatnya untuk kita. Jika anda mensyukuri rasa
cinta anda pada suami, mudah-mudahan allah manambah rasa cinta itu menjadi
semakin kuat, sehingga anda tak lagi mengharapkan cinta dari pria lain.
Bersabar Menghadapi Kenyataan dan Menerima Kekurangan Pasangan Terima dengan
ikhlas jika suami punya kekurangan, karena tak ada manusia yang sempurna,
justru andalah yang harus menutupi kekurangannya.
Cari kelebihan-kelebihan yang dimiliki
suami dan hargai itu. Cobalah perbaiki hubungan dan komunikasi dengan suami.
Jika ternyata respon suami biasa saja bahkan negatif bersabarlah, paling tidak
suami sudah tahu apa yang anda inginkan dan apa yang tidak anda inginkan dari
hubungan anda berdua. Memang benar, bahwa kita tidak bisa memaksakan keinginan
kita kepada orang lain, termasuk kepada suami sendiri. Tapi, jangan patah
semangat.
Yang terpenting sekarang, tanggung jawab
anda pada diri sendiri dan anak-anak anda. Berbuat Kebaikan untuk Orang Lain
Sekarang fokuskan perhatian anda pada diri sendiri dan anak-anak anda. Anda
harus menjaga kesehatan fisik dan psikis. Tetap menjaga penampilan dan sikap
anda. Coba lebih banyak melakukan aktivitas bersama teman-teman wanita anda
atau aktif di kegiatan sosial dan keagamaan. Ketika anda tulus membantu orang
lain, Tuhan juga akan membantu anda.
Dengan fokus dan tenggelam dalam aktivitas
yang positif, pikiran anda akan teralihkan dari memikirkan hal-hal negatif.
Ketika anda lebih fokus pada aktivitas anda, suami yang mungkin sudah merasa
jenuh di rumah, akan mulai merasa "kehilangan anda", merasa butuh
perhatian anda. Apalagi ketika melihat penampilan anda yang lebih segar, dan
lebih menarik, dia akan merasa "takut" ada pria lain yang menggoda
anda. Nah, dari sinilah nanti mudah-mudahan getar-getar cinta yang sudah
memudar itu akan tumbuh kembali.
Dan hubungan anda berdua akan kembali
hangat seperti masa pacaran dulu. Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang salah
atau kurang berkenan. Sebagai sesama muslim saya hanya ingin mengingatkan.
Jangan lupa, berdo’a dan mohon petunjuk dari-Nya. Semoga Allah memberi petunjuk dan
jalan keluar terbaik dari masalah anda.

