![]() |
| Ilustrasi |
Yah,..begitulah diriku, Aku masih belum bisa berpegang teguh pada pendirianku secara utuh. Aku masih diliputi nafsu keduniawian yang terkadang membuatku selalu terkekang di dalamnya. Sahabatku,.... Marilah kita renungi sejenak perjalan kita masing-masing selama ini. Apakah yang kita lakukan selama ini? Apakah kita melakukan sesuatu yang memberikan manfaat untuk orang lain..? Apakah kita telah memberikan manfaat untuk agama kita...? Sahabatku,...
Sejak lahir kita telah di bai`at sebagai seorang muslim, karena orang tua kita juga muslim. Al-qur`an dan Hadist menjadi pegangan hidup kita. Kita baca Al-qur`an di setiap kesempatan, kita sering dengarkan hadist di beberapa media. Namun terkadang apa yang kita baca dan kita dengar hanyalah membaca dan mendengar saja,tanpa ada aplikasi dalam kehidupan kita.!
Sahabatku,... Munafikkah kita...? Masih pantaskah kita mengharap safaat beliau kelak dikemudian hari. Sedang kadar ibadah kita, kadar kecintaan kita lebih kecil dari perumpamaan buih lautan. Seorang guru mengatakan, bahwa syafaat ialah ibarat kain untku menambal baju dan ibadah kita adalah baju tersebut. tapi apakah ibadah kita bisa berbentuk sebuah baju ataukah hanya secarik kain yang hanya cukup untuk menjadi sebuah lap,yang berguna untuk membersihkan meja dan lantai, dan tak cukup untuk menutupi aurat kita. Cukupkah,...? Cukupkah ibadah kita untuk mengharap syafaat beliau di hari ahir nanti...?
Sahabtku,.... Kita terlalu diina bobokan dengan mimpi Mimpi bahwa kita akn berjaya,.. Mimpi bahwa kita akan menguasai andalusia,.. Mimpi bahwa kita menaklukan eropa,... Padahal aku sekarang sedang terjajah..! Terjajah oleh kebudayaan asing,... Kebudayaan yang tak bisa mendengarkan adzan di subuh hari Kebudayaan yang tak menyediakan waktu untuk bertausiyah Tak ada yang saling mengingatkan dan tak saling menjaga uhkuwah Sahabat,... Dulu masih sering ku dengar dan kulakukan melantun sebuah syair tentang ketidak berdayaan kita.
Ketika di shubuh hari dan selepas solat jum`at Lafal yang begitu indah: Ilaa hilastulilfirdaus si a`laaa Walaa aqwaa alan narill jahiiimi Fahab litaubatan waghfir dzunuuubi Fainnakaghoofirundzabil adziimiYa Allah kami bukanlah ahli surgamu Namun kami tidak kuat kenerakamu Terima taubat kami,ampunilah dosa kami Jadikanlha kami orang yang terampuniSebuah syair tentang ketidak berdayaan kita Yang mengingatkan akan ketakaburan,keriaan diri kitaMoga masih ada waktu untuk BERBENAH Dan MEMPERBAIKI diri,.............Semoga berubah...!

