![]() |
| Kepala SDN Cilampang, Nano, saat menunjukkan ruang kelas sisa terbakar |
Dalam upaya tersebut kami hanya menyampaikan mekanisme pembelajaran siswa yang disesuaikan dengan kondisi usai terbakar,” kata Kepala SDN Cilampang, Nano, kepada wartawan saat ditemui di Sekolahnya, Senin (28/9/2015).
Nano menjelaskan, ada sekitar 264 siswa yang hari ini tidak bisa mengikuti KBM, kendati demikian, Ia mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan alternatif KBM dengan menggambungkan dengan kelas lain, hingga pendirian tenda. “Kalau mengacu pada Kurikulum memang KBM belum efektif, tapi kita melakukan pengurangan jam Istirahat bagi siswa, sehingga kita akan melakukan pembagian shift,” kata Nano.
Lebih lanjut Nano menjelaskan, Karena yang diambil sekolah gunakan 3 shift, yaitu pukul 07.00-11.00, 11.00-13.00, dan 13.00-16.00 khusus untuk kelas 3,4,1 dan kelas 1 siang. Hanya sekarang hanya ada tambahan kelas 3 dan 4 karena terbakar.“Sebenarnya kelas lima juga terbakar tapi kelas lima dikondisikan di ruangan yang ada. Ruang guru disulap untuk jadi kelas, ruang guru pindah ke perpustakaan. Untuk kelas 5 dan 6 efektifitas tetap hanya ruangan yang kurang layak, karena pake musala,” kata Nano

