![]() |
| Kepala Biro Kesra Provinsi Banten, Irvan
Santoso. |
SERANG - Kendati deklarasi dan peringatan
Hari Santri Nasional batal diselenggarakan di Provinsi Banten, Pemerintah
Provinsi Banten tetap akan menggelar peringatan hari nasional yang baru pertama
kali digelar tersebut. Dengan target akan dihadiri oleh 17000 santri, ulama,
maupun undangan umum.Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi
Banten Muhamad Shodiqin mengatakan, pihaknya siap mendatangkan 7000 santri
sesuai tugas yang diterimanya dari penyelenggara peringatan Hari Santri
Nasional.
"Agenda rencananya akan dihadiri
kurang lebih sebanyak 17000 ribu ulama, santri, dan undangan lainnya. Untuk
santri kita mendapatkan tugas sebanyak 7000 Santri," ujar Shodiqin, Selasa
(20/10/2015).
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Provinsi
Banten Irvan Santoso mengatakan, untuk santri ditargetkan sebanyak kurang lebih
15000 orang, ulama kurang lebih sebanyak 1000 orang, dan undangan umum seperti
pemerintah pusat kurang lebih sebanyak 450 undangan.
"Rencananya peringatan Hari Santri
Nasional akan dihadiri Gubernur Banten Rano Karno, Ketua DPRD Banten Asep
Rahmatullah, FKPD Provinsi Banten, bupati serta walikota se-Provinsi Banten,
Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Banten, Anggota DPR dan DPD RI Dapil Banten,
Tokoh Pembentukan Provinsi Banten, dan Pimpinan Ormas Islam se-Provinsi
Banten," papar Irvan.
Untuk diketahui, peringatan Hari Santri
Nasional pada 22 Oktober mendatang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko
Widodo, namun karena akan menerima tamu kenegaraan dari Denmark, rencana
tersebut dibatalkan.
Sumber: Klik di sini!

