![]() |
| Gubernur Banten Rano Karno |
SERANG - Gubernur Banten Rano Karno
menerima penghargaan “Anugerah Aksara Utama” dari Menteri Pendidikan
Nasional atas kinerja dan kepedulian yang tinggi dalam percepatan pemberantasan
buta aksara di Provinsi Banten.Penghargaan Anugerah Aksara Utama ini diserahkan
oleh Mendikbud yang diwakili oleh Dirjen Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
Herman Syamsudin dan Direktur UNESCO Office Jakarta Syahbaskhan, pada acara
Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional ke-50 Tahun 2015,
di lapangan Karang Pawitan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2015).
Gubernur Banten Rano Karno di sela-sela
kegiatan menegaskan, kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten dan Kota
terutama Dinas Pendidikan khususnya PKBM dan Kelompok Belajarnya mesti terus ditingkatkan
baik penguatan program, anggaran, orientasi maupun monitoring dan
evaluasi."Ini kan sebenarnya leading sektornya ada di kabupaten dan kota,
jadi pimpinannya harus fokus terhadap masalah itu, apalagi kan nanti di desa
ada anggaran desa, mudah-mudahan bisa membantu," kata Rano.
Keberhasilan diraihnya penghargaan Anugerah
Aksara Utama ini, menurutnya merupakan sumbangsih para ujung tombak pelaksana
dan pegiat program Keaksaraan terutama para tutor di kelompok belajar di bawah
koordinasi PKBM dan untuk itu semua kita sampaikan apresiasi dan ucapan terima
kasih."Kita berharap dengan penghargaan yang diraih saat ini dapat
memotivasi kita semua, komponen dan lembaga masyarakat, stakeholder, pemerintah
daerah dan lain-lain di Banten untuk dapat menuntaskan semua permasalahan buta
aksara. Dan melalui kebersamaan kita wujudkan masyarakat Banten sebagai daerah
tuntas Buta Aksara," katanya.
Pelayanan dan kepedulian menuntaskan buta
aksara menurutnya, merupakan suatu hal yang mengharukan, jika semua masyarakat dapat
membaca dan mampu membangun kecerdasannya. Dengan kemampuan membaca seakan-akan
telah membuka pintu untuk kehidupan yang lebih baik."Kita harus mengerti
dan paham apa yang kita baca, bukan hanya sekedar bisa membaca, dan yang paling
sulit adalah implementasinya," jelasnya.
Ia mengakui, beberapa daerah di Banten
masih banyak warga yang buta aksara. "Masih ada empat daerah yang masih
tinggi, seperti Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Tangerang.
Ini menjadi PR kita semua," ucap Rano. Rano optimistis, dua
tahun mendatang jumlah masyarakat yang buta aksara akan semakin berkurang
bahkan bisa dientaskan seluruhnya. "Pemprov Banten telah mencanangkan
sejumlah program. Seperti melalui program perekonomian, kami membentuk kelompok
masyarakat membuat olahan, bukan hanya keuntungan ekonomi yang didapat, tapi
melalui program tersebut masyarakat pun bisa sambil diajarkan aksara,"
kata Rano.
Selain Gubernur Banten, Taman Bacaan
Masyarakat (TBM) kraetif dan rekratif di menangkan TBM Sumlor dengan Ketua Ahmad
Lugas Kusnadi dari Kabupaten Lebak, dan tutor keaksaraan dasar Ismawati dari
PKBM Satu Bangsa Kabupaten Serang.Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten,
Engkos Kosasih menyebutkan, sejak tahun 2010
jumlah masyarakat yang berhasil bebas dari buta aksara jumlahnya sangat
signifikan. Dimana pada tahun tersebut masyarakat yang masih buta aksara
sebanyak 218 ribu orang, kemudian saat ini sudah berkurang menjadi 51 ribu
orang.
Sejak tahun 2010 Pemprov Banten telah
melaksanakan sejumlah program untuk meminimalisir jumlah buta aksara tersebut,
baik program yang berbasis pendidikan formal maupun budaya," kata
Engkos.Selain program, lanjut Engkos, untuk mengentaskan buta aksara pihaknya
pun terus meningkatkan anggaran setiap tahunnya. Untuk tahun ini, jumlah anggaran
yang disiapkan sekitar Rp5 miliar. "Tahun ini sekitar Rp5 miliar, tahun
depan akan terus itingkatkan lagi," kata Engkos saat mendampingi gubernur
menerima penghargaan.
Sumber: Klik di sini!

