![]() |
| Kepala Badan Narkotika
Nasional (BNN) Budi Waseso |
TANGERANG - Kepala Badan
Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas mengatakan,
saat ini sudah ada sebanyak 541 narkotika jenis baru."Ada 36 narkotika
jenis baru yang sudah masuk dalam laboratorium kita dan akan kita masih terus
memantau jenis baru lainnya," kata Budi Waseso di Bea Cukai Bandara
Soekarno - Hatta, Tangerang, Selasa.
Dia menjelaskan,
narkotika jenis baru tersebut telah selesai di kelompokan dalam golongan yang
sudah ada.Dengan demikian, lanjutnya, bila ada masyarakat yang menggunakannya
bisa saja dijerat dengan pasal yang ada.Budi Waseso menegaskan, untuk di
seluruh dunia telah ditemukan adanya 541 narkotika jenis baru.
Sebagai upaya
pencegahannya, BNN bersama pihak lainnya akan terus melakukan koordinasi agar
dapat meningkatkan pengawasan dan penindakan.Karena, selama ini narkotika yang
dikenal seperti sabu, ganja, heroin, ekstasi dan beberapa lagi. "Untuk
yang jenis baru, akan kita sampaikan agar dapat dicegah dan tak masuk
Indonesia," katanya menegaskan.
Di antara narkotika jenis
baru yang sedang ramai dewasa ini, yakni ganja sintetis. Narkotika yang sudah
ditemukan dua tahun lalu tersebut, baru ramai dalam enam bulan terakhir.Karena
banyaknya permintaan, pengedar melakukan produksi massal dan memasukannya ke
Indonesia. "Sekarang ramai peredarannya di kampus - kampus,"
jelasnya.
Mengenai ganja sintetis,
Buwas mengatakan, bila kadar kimia yang terkandung sangat besar dan memberikan
efek ketagihan sangat tinggi dibandingkan ganja biasa."Ini tergolong
sangat bahaya. Karena, pemakainya akan sangat kecanduan setelah sekali
memakainya," kata dia. Sementara itu, Bea Cukai KPU Soekarno - Hatta,
Tangerang, telah menggagalkan
penyelundupan narkotika berbagai jenis dari 19 kasus berbeda dengan nilai
estimasi Rp54 miliar lebih.
Dirjen Bea Cukai, Heru
Pambudi mengatakan, ada 15 orang tersangka yang diamankan petugas dari berbagai
kasus.Adapun barang bukti yang disita yakni 11,8 kilogram sabu, 1.292 butir
ekstasi, 9.000 happy five, 12 butir xanax atau obat penenang dan 19,6 kilogram
synthetic cannabinoid.Seluruh barang bukti merupakan hasil penindakan yang
dilaksanakan selama empat bulan dari Agustus hingga November.
Sumber: Klik di sini!

