![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).-Komisaris
PT PT Banten Global Developmet (BGD) Asmudji HW mengatakan Pemprov Banten dalam
akuisisi bank hanya akan menguasai 30 persen saham. Namun demikian, dengan
saham 30 persen tersebut, pemprov diposisikan sebagai pemegang saham
pengendali."Menurut aturan, sebagai badan hukum yang bukan bergerak di
bidang keuangan, kita hanya boleh menguasai 30 persen saham. Akan tetapi, dalam
proses seleksi kami punya syarat kepada bank-bank itu, kami minta dengan 30
persen saham itu bisa jadi pemegang saham pengendali. Itu syarat
utamanya," kata Asmudji melalui sambungan telefon, Ahad (15/11/2015).
Ia berharap, Bank
Pembangunan Daerah (BPD) Banten sudah dapat beroperasi pada 2016 mendatang.
"Di (APBD) perubahan 2015 kan dianggarkan Rp 250 miliar-an dan di murni
2016 juga diselesaikan kekurangannya. Saya kira Januari-Februari bisa clear,
jadi 2016 sudah bisa melakukan kegiatan-kegiatan operasional," katanya.
Mengenai proses akuisisi,
Asmudji menjamin pada saatnya nanti akan dibuka ke publik. "Proses
akuisisi itu kan ada aturannya, memang betul (rahasia). Kami menekankan bahwa
ini bersifat rahasia, sampai nanti saatnya. Kalau saya lihat (jadwalnya)
Tanggal 28 November ini sudah clear, dan sudah bisa dibuka," ujarnya.Ia
mengatakan, proses akuisisi bank yang saat ini masih menyeleksi 4 bank tersebut
akan dilaporkan kepada Pemprov Banten selaku pemegang saham.
"Pastinya akan
dilaporkan kepada pemegang saham. Sebagaimana diamanatkan Perda Nomor 5 tahun
2013 bahwa proses kami lalui sesuai aturan dan ketentuan," katanya.
Namun, ia mengaku belum
mengetahui jadwal tim independen melaporkan hasil uji tuntas (due diligence) ke
BGD. "Prosesnya sudah hampir sampai ujungnya. Dari tim independen nanti
menyampaikan ke BGD, karena sampai sekarang kami belum pegang laporannya.
Kemudian melaporkan semua prosesnya, dan kami serahkan kepada beliau-beliau
(pemegang saham)," katanya.
Mantan pelaksana tugas (Plt)
Sekda Banten ini juga menanggapi soal informasi bahwa bank-bank yang akan
diakuisisi adalah bank yang tidak sehat atau yang sedang kesulitas
likuiditas."Memang betul, (bank) yang sehat memang tidak ingin jual
sahamnya.
Jadi memang pimpinan
dewan ketika itu juga mengatakan seperti itu. Akan tetapi, yang penting buat
kita, kalau nanti kita sudah punya bank dan menjadi pengendali, bagaimana
business plan kita ke depan. Terpenting juga prosesnya dilalui sesuai dengan
rambu-rambunya," tuturnya.Terpisah, Direktur PT BGD, Ricky Tampinongkol
mengatakan, tim independen akan melaporkan hasil uji tuntas pada pekan ini.
"Jadwalnya minggu
ini tim akan melaporkan hasil due diligence-nya," ujar Ricky, melalui
pesan singkatnya.
Sumber: Klik di sini!

