![]() |
| Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kanan) bersama Wakil Ketua Saut Situmorang, Laode Muhammad, Alexander Marwata |
JAKARTA - Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku kagum terhadap operasi
tangkap tangan (OTT) pelaku korupsi yang selama ini dilakukan KPK. Agus bersama
pemimpin KPK lain ingin operasi tangkap tangan menyasar kepada kasus-kasus
"korupsi kakap" yang melibatkan pejabat negara, bukan di level
pejabat daerah.
"Dalam fit and
proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di DPR saya bahkan cukup mengaggumi
dari OTT. Itu caranya bagaimana ya tahu-tahu bisa tangkap tangan. Saya ingin
bisa diperluas, bisa diperbanyak," tutur Agus dalam sambutannya pada acara
serah terima jabatan pemimpin KPK di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta,
Senin (21/12/2015).
Menurut dia, jika
tangkapan itu melibatkan pejabat di level bawah maka pihaknya akan menyerahkan
kasus tersebut kepada pihak lain. Dengan sumber daya manusia yang masih kurang,
kata dia, KPK tidak mungkin mengurus semua kasus-kasus korupsi di
Indonesia."Sebaliknya kalau berbenturan tapi berdampak luas sebaiknya kita
ambil semoga konsolidasi dapat lebih baik harapannya tiap tahun corruption
perception index naik secara signifikan," tutur Agus.

