![]() |
| Wijaya Kusuma ketika
menerima plakat WTN dari Kemenhub. |
TANGSEL - Pemerintah Kota
Tangerang Selatan (Tangsel) mesti terus memperbaiki sistem pelayanan bidang
transportasi diwilayahnya, yang dianggap masih belum memadai.Langkah pembenahan
itupun dilakukan seiring dengan belum diperolehnya penghargaan Wahana Tata
Nugraha (WTN) 2015 yang diprakarsai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terhadap
kota-kota besar di Indonesia.
"Tangsel baru dapat plakat WTN saja, belum
dapat piala," kata Kepala Bidang Angkutan Dishubkominfo Kota Tangsel,
Wijaya Kusuma kepada kabar6.com, Jum'at (25/12/2015).
Menurutnya, penghargaan
kepada kota-kota peserta WTN se-Indonesia diserahkan di Gedung Majapahit
Kemenhub RI, Jakarta, kemarin. Wijaya sebutkan, sedangkan untuk wilayah Kota
Tangerang berhasil mendapat Piala Tertib Lalu Lintas 2015 yang diserahkan
langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat."Tangsel dapat plakat
tertib berlalu lintas dan angkutan jalan sama dengan Kota Cilegon dan Kabupaten
Serang," terang Wijaya.
Kegagalan Kota Tangsel
meraih penghargaan WTN 2015 setelah sebelumnya tim penilai dari Kemenhub RI
beserta anggota melakukan survey penilaian. Indikator penilaian meliputi,
sarana prasarana infrastruktur dan penyelenggaraan sistem transportasi serta
pembiayaannya.Wijaya paparkan, adapun materi penilaian lapangan meliputi sarana
angkutan umum, prasarana, lalu lintas dan pelayanan masyarakat. Sedangkan obyek
penilaian meliputi komitmen daerah yaitu, perencanaan, pendanaan, kelembagaan,
sumberdaya manusia.
Bahwa ruang milik jalan,
permukaan jalan, fasilitas pejalan kaki dan zebra cross (penyerangan pejalan
kaki), tempat parkir, marka, rambu dan di simpang-simpang prioritas, hasilnya
perlu ditingkatkan," paparnya."Ya memang harus diakui ini menjadi PR
(Pekerjaan Rumah) bagi pemerintah daerah, dan kedepannya harus diperbaiki agar
lebih baik lagi," tambah Wijaya
Sumber: Klik di sini!

