![]() |
| Lebak Ditetapkan Siaga II Ancaman Banjir |
LEBAK- Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,
menetapkan Siaga II ancaman banjir menyusul tinggi permukaan Sungai Ciujung 418
sentimeter dengan debit air 595 meter kubik per detik."Kami minta warga
yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) meningkatkan kewaspadaan banjir
karena intensitas curah hujan meningkat," kata Kepala Pelaksana Harian
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di
Rangkasbitung, Kamis.
Menurut dia, peringatan
ini guna mengantisipasi korban jiwa juga kerugian.Berdasarkan prakiraan dari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten, selama sepekan ke
depan curah hujan meningkat di wilayah Kabupaten Lebak.Frekuensi hujan terjadi
pagi, siang, sore dan dinihari berlangsung antara 3,5 jam sampai 7 jam.
Selain itu, tiupan angin
cukup kencang, bahkan beberapa rumah di Kabupaten Lebak mengalami
kerusakan.Karena itu, kata dia, curah hujan dengan kapasitas ringan dan sedang
sangat berpotensi bencana alam, seperti banjir dan longsor serta angin kencang.
Selama ini, jumlah masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,
yakni mereka berada di bantaran aliran sungai dan perbukitan cukup banyak dan
mencapai ribuan kepala keluarga.
"Kami minta warga
mengungsi ke tempat lain jika hujan terus menerus khususnya yang tinggal di
daerah rawan longsor dan banjir," kata Kaprawi.
Ia menyebutkan jumlah
desa di Kabupaten Lebak yang masuk kategori rawan banjir tahunan dan longsor
tercatat 42 desa di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung,
Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga,
Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira. Dia mengungkapkan wilayah
rawan bencana alam tersebut karena lokasinya berada di tepi sungai, perbukitan
dan pegunungan.
"Kami berharap
masyarakat selalu siaga saat hujan turun agar tidak menjadi korban banjir dan
longsor," ujarnya.
Camat Kalanganyar,
Kabupaten Lebak, Yeni Mulyani mengatakan pihaknya meminta warga khususnya yang
tinggal di daerah aliran Sungai Ciberang dan Cisimeut jika hujan terus menerus
segera mengungsi ke tempat yang aman.Apalagi, selama tiga hari terakhir ini
dilanda hujan sedang disertai angin kencang."Saya berharap dengan
meningkatkan kewaspadaan itu tentu dapat menghindari korban jiwa."
katanya.
Sumber: Klik di sini!

