![]() |
| Ilustrasi |
PEMERINTAH menurunkan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar mulai Rabu (5/1/2016).
Namun kenaikan harga BBM itu, tidak serta merta menurunkan harga ongkos
angkutan, khususnya di Kota Cilegon tarif angkutan kota tak ada perubahan.
Kepala Dinas Perhubungan
(Dishub) Kota Cilegon Dana Sujaksani mengatakan meski harga BBM jenis premium
dan solar mengalami penurunan harga mulai Selasa, namun tidak serta merta harga
ongkos angkutan kota akan menyesuaikannya.
Alasannya, tentu karena
komponen untuk menurunkan tarif angkutan itu tidak hanya BBM saja."Tidak
ada penurunan ongkos sampai saat ini, karena kami tidak melihat BBM turun
lantas tarif ikut turun. Turunnya pun tidak signifikan, jadi tidak ada penyesuaian
tarif angkutan umum kali ini," ujarnya.
Ia menuturkan, untuk
menurunkan tarif angkutan umum tersebut, harus melihat faktor lainnya, bahkan
ada 11 komponen yang harus dipertimbangkan untuk menyesuaikan tarif angkutan
umum. Salah satunya berupa harga sukucadang kendaraan dan komponen lainnya,
yang merupakan kebutuhan kendaraan.
Sementara itu, salah
seorang warga yang kerap menggunakan jasa angkutan umum, Iin mengaku kecewa
karena tidak adanya penyesuaian tarif pasca diturunkannya harga BBM oleh
pemerintah. Menurut dia, seharusnya ongkos angkutan disesuaikan dengan harga
BBM yang saat ini sudah diturunkan."Ya seharusnya turun juga dong, kan BBM
juga sudah turun," katanya.
Berbeda halnya dengan
salah seorang sopir angkutan umum jurusan Serang-Cilegon, Andi setuju jika
tidak ada penurunan tarif angkutan, lantaran kebutuhan yang harus ia keluarkan
bukan hanya BBM. Sehingga ada keperluan lain seperti sparepart kendaraan, yang
juga harus dipertimbangkan.
"Ya saya sih tidak
mau turun, karena kebutuhan kendaraan kan bukan cuma BBM. Bisa rugi nanti saya,
apalagi turun BBM ga drastis," tuturnya. (Yandri Adiyanda/”K
Sumber: Klik di sini!

