![]() |
| Marwan Jafar |
" Kalau mau ikut transmigrasi, kita
siapkan lahan-lahannya. Di Kalimantan ada, di Sulawesi, Sumatera, bahkan Papua
sekalipun"
JAKARTA - Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar
mengaku siap menyediakan lahan pertanian untuk mantan pengikut Gafatar jika
ingin bertransmigrasi. "Kalau mau ikut transmigrasi, kita siapkan
lahan-lahannya. Di Kalimantan ada, di Sulawesi, Sumatera, bahkan Papua
sekalipun," ujar Marwan seusai pembukaan Mukernas Persatuan Sarjana
Pertanian Indonesia (PSPI) di Jakarta, Sabtu.
Meski demikian, dia
memberikan syarat khusus jika para eks Gafatar tersebut ingin ikut transmigrasi.
Pertama, mereka tidak boleh kembali menyebarkan paham-paham yang ada di ormas
tersebut. "Kemudian, yang kedua adalah persoalan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) dan Pancasila harus sudah selesai dahulu. Kalau sekarang,
negara dalam negara bahkan mereka punya pemerintahan sendiri," jelas dia.
Para mantan pengikut
Gafatar tersebut harus tunduk kepada pemerintah dan cinta kepada Tanah Air.
Selain itu, jika para mantan pengikut Gafatar tersebut mengikuti transmigrasi
maka mereka harus membaur, karena jika dikelompokkan kembali maka dikhawatirkan
mereka akan melakukan tindakan serupa. "Tidak ada namanya transmigrasi
eksklusif, mereka harus membaur. Eksklusivitas merupakan cikal bakal
radikalisme," terang politisi PKB itu.
Marwan juga meminta
kepada aparat penegak hukum untuk menindak aktor dibalik ormas Gafatar
tersebut. "Karena kalau pengikutnya itu hanya korban, aktornya ini yang
harus diproses hukum," cetus dia. Para eks Gafatar itu juga harus
mengikuti pembinaan rohani yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama sebelum
mengikuti transmigrasi karena mereka telah dicuci otaknya oleh pemimpin
Gafatar.
Sumber: Klik di sini!

