![]() |
| Ilustrasi |
Lombok Tengah, NTB - Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, menyerahkan
Anugerah Adinegoro 2016 kepada para peraihnya, terdiri dari enam kategori,
dalam puncak perayaan Hari Pers Nasional 2016, di Lombok Tengah, NTB.Nama
Adinegoro sejak lama ditetapkan insan pers nasional sebagai nama anugerah
raihan karya jurnalistik tertinggi di Tanah Air dan secara tradisi diserahkan pada
hari puncak peringatan Hari Pers Nasional saban tahun.
Tokoh pers nasional ini
bernama lengkap Djamaluddin Adinegoro (14 Agustus 1904-8 Januari 1967),
terlahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Dia pernah menjadi pemimpin
redaksi --jabatan profesi jurnalistik tertinggi di satu penerbitan-- Panji
Pustaka, Sumatra Shimbun (masa penjajahan Jepang), dan bersama Prof Supomo
mendirikan dan memimpin Mimbar Indonesia.
Adinegoro kemudian
menjadi salah satu jurnalis senior Kantor Berita ANTARA hingga akhir hayatnya.
Dia menjadi saksi banyak peristiwa penting dan menentukan bagi perjalanan dan
eksistensi negara dan bangsa Indonesia, di antaranya meliput Konferensi Meja
Bundar, di Den Haag, pada 1949, dan Sidang Umum PBB khusus membahas plebisit
untuk Irian Barat, pada 1963.
Adinegoro kemudian
ditetapkan kalangan pers nasional sebagai salah satu tokoh pokok peletak dasar
jurnalistik nasional, dimulai saat masih Belanda menjajah Indonesia.
Berikut daftar peraih
Anugerah Adinegoro 2016:
Kategori Jurnalistik Foto
diraih pewarta Tribune Sumatera Selatan, Abriansyah Liberto, dengan judul karya
Tinjau Titik Api yang disiarkan pada 6 September 2015. Kategori Jurnalistik
Karikatur diraih pewarta Harian Kompas, Didie Sri Widiyanto, dengan judul karya
Inikah Kartini-Kartini Kita Sekarang? yang disiarkan pada 22 April 2015.
Kategori Jurnalistik Radio diraih pewarta Kantor Berita Radio 68 H, Hermawan
Arifianto, dengan judul karya Menelusuri Sejarah Kelam Pembantaian Dukun Slamet
yang disiarkan pada 25 Maret 2015.
Kategori Jurnalistik
Televisi diraih Trans 7 dengan judul karya Tantangan Menuju Rampi oleh
Indrayati Laksmi yang dipublikasikan pada 23 Februari 2015. Kategori
Jurnalistik Tajuk Rencana diraih pewarta Suara Pembaruan, Primus Dorimulu
dengan judul karya Merdeka Dari Korupsi, yang disiarkan pada 18 Agustus 2015.
Kategori Jurnalistik Berkedalaman diraih Tim Pendidikan dan Kebudayaan Kompas
dari media Kompas dengan judul karya Kecukupan Guru Masih Semu, Beban Para Guru
di Daerah Tertinggal, yang disiarkan pada 23-26 November 2015.
Sementara peraih
penghargaan HPN 2016, Kategori Inovasi Jurnalisme Infotaimen diraih Subkhan
dari Media Tempo dengan judul Jagoan Lokal Tak Kalah Pede, yang disiarkan pada
26 Juli 2015. Kategori Inovasi Jurnalisme Siber diraih oleh Andi Nurroni dari
www.republika.co.id, dengan judul karya Salim Kancil, Buta Huruf Yang Menjadi
Martir Lingkungan, yang disiarkan pada 30 September 2015.
Sementara itu, daftar
nama Dewan Juri Anugerah Adinegoro 2015 seperti Jurnalistik Foto; Oscar Matuloh
dan Enny Nuraheni; Jurnalistik TV: Arswendo Atmowiloto, Immas Sunarya, dan
Nurjaman Mohtar. Reportase Berkedalaman: Marah Sakti Siregar, Banjar
Chaeruddin, dan Endy Bayuni; Tajuk Rencana: Atmakusumah Astraatmadja, Saur
Hutabarat, dan Hermin Kleden. Jurnalistik Radio: Errol Jonathans, Awanda Erna
dan Chandra Novriadi; dan Jurnalistik Karikatur: Dolorosa Sinaga, Karlina
Supelli, dan Gatot Eko. Dewan Juri Inovasi Jurnalisme HPN 2016, untuk Media
Online: Budiono Darsono, Onno Purbo, dan Rita Sri Hastuti; Infotainmen: Amalia
Maulana, Sri Mustika, dan Farid Iskandar.
Sumber: Klik di sini!

