![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - PT Kereta Api
Indonesia (KAI) telah mengasai sekitar 54,9 persen aset lahan untuk proyek
pembangunan jakur kereta api Bandara Soekarno-Hatta. EVP PT KAI Daop 1 Jakarta
Sucipto Susilo Hadi mengatakan, total aset yang sudah dikuasai tersebut senilai
Rp871 miliar.
Aset itu tak hanya lahan
warga, tapi juga milik PT Angkasa Pura II dan fasilitas umum."Rinciannya
adalah milik masyarakat 319 bidang senilai Rp420 miliar, PT AP II sebanyak 22
bidang Rp414 miliar dan fasilitas umum 52 bidang Rp36 miliar," katanya.
Sucipto menambahkan,
untuk luas tanah yang sudah dikuasai oleh PT KAI adalah 204.126 meter persegi
dengan rincian 101.246 meter persegi milik masyarakat, PT AP II 94.826 meter
persegi dan fasilitas umum 8.054 meter persegi.
PT KAI melalui Badan
Pertanahan Kota Tangerang maaih terus melakukan prosess harga ganti rugi lahan
warga. Untuk Hari ini, pihaknya membayar pembebasan 17 bidang lahan warga
sebesar Rp22 miliar lebih.
Kepala Badan Pertanahan
Kota Tangerang Himsar mengatakan lahan yang dibayarkan berada di tiga kelurahan
yakni Karangsari tiga bidang, Belendung tiga bidang dan Tanah Tinggi 11
bidang."Ada 17 bidang yang hari ini kita lakukan pembayaran ganti rugi di
tiga kelurahan dengan total Rp22 miliar lebih," ujarnya di kantor BPN Kota
Tangerang.
Selain itu, BPN saat ini
masih melakukan verifikasi 310 bidang tanah warga dengan luas 105.246 meter
persegi atau nilai aset sebesar Rp336 miliar lebih."Masih ada berkas warga
yang kita sedang verifikasi, termasuk 44 bidang tanah yang bersebelahan dengan
JORR II," ujarnya.
Sumber: Klik di sini!

