![]() |
| Jokowi Bertemu Presiden
Palestina Mahmoud Abbas usai rangkaian KTT LB OKI ke-5 tingkat menteri Minggu (6/3/2016) |
JAKARTA - Presiden Jokowi
membuka KTT Luar Biasa (LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 tentng
Palestina dan Al-Quds Al-Sharif tadi pagi. Dalam pidatonya, Jokowi menekankan
OKI tidak relavan lagi jika tidak bisa jadi bagian solusi Palestina. Berikut
pidato lengkap Jokowi, Senin (7/3/2016):
Pada tahun 1962, Bapak
Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bung Karno,
menegaskan: "… selama
kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina,
maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.
Kami bangsa Indonesia
konsisten dengan janji tersebut. Hari ini, Indonesia berdiri bersama dengan
negara-negara OKI untuk meneruskan perjuangan yang belum selesai itu.
Suatu kehormatan bagi
rakyat dan Pemerintah Indonesia untuk memenuhi imbauan Saudara kami, Presiden
Mahmoud Abbas, dengan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar
Biasa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tentang Palestina dan Al-Quds
Al-Sharif.
Selamat datang di
Indonesia Negeri indah yang mempunyai umat Islam terbesar di dunia, negeri
demokratis nomer tiga di dunia, negeri yang segera membuka Konsulat Kehormatan
di Palestina.
Yang Mulia Para Hadirin
Sekalian,
Kita dan dunia prihatin
dengan memburuknya situasi di Palestina sekarang. Banyak kebijakan sepihak dan
ilegal, serta hukuman kolektif Israel semakin menyulitkan rakyat Palestina.
Akses Umat Islam ke Masjid Al-Aqsa di Jerusalem juga dibatasi. Rakyat Palestina
semakin tidak berdaya. Situasi kemanusiaan di wilayah-wilayah pendudukan
semakin memburuk.
Situasi tersebut harus
bersama-sama kita hadapi, kita lawan. Untuk berjuang diperlukan kesatuan. Kita
harus bersatu, Palestina harus bersatu, Palestina harus rekonsiliasi. Indonesia
siap membantu proses rekonsiliasi ini.
Yang Mulia Para Hadirin
Sekalian,
OKI dibentuk karena
adanya kebutuhan mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, sesuai tema KTT
United For A Just Solution, OKI harus menjadi bagian dari solusi, dan bukan
bagian dari masalah. Apabila OKI tidak bisa menjadi bagian dari solusi
Palestina, maka keberadaan OKI menjadi tidak relevan lagi. Sekali lagi menjadi
tidak relevan lagi.
Yang Mulia Para Hadirin
Sekalian,
Batas toleransi
masyarakat internasional terhadap keberlanjutan pendudukan ilegal Israel atas
wilayah Palestina sudah lama berakhir. Sebagai bagian dari masyarakat
internasional, Israel harus segera menghentikan aktivitas dan kebijakan
ilegalnya di wilayah pendudukan. Indonesia dan Dunia Islam siap melakukan
langkah-langkah konkret untuk terus mendesak Israel mengakhiri penjajahannya
atas Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan di Al-Quds Al-Sharif.
Dunia Islam membutuhkan
dukungan dari PBB sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Dunia Islam
kembali menyerukan agar proses perdamaian jangan ditunda-tunda lagi untuk
mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui 'Solusi Dua Negara' (Two-State
Solution).
Yang Mulia Para Hadirin
Sekalian,
Saya ingin mendengar
pandangan Yang Mulia dan para delegasi atas pandangan saya tersebut. KTT ini
merupakan momentum penting bagi dunia Islam merespons situasi yang dihadapi
rakyat dan bangsa Palestina dewasa ini dengan langkah konkret. Indonesia akan
selalu berada di garis terdepan dalam mendukung perjuangan rakyat
Palestina.
Perkenankan saya
menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjuk Nyonya Maha Abou Susheh selaku
Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk Palestina, serta dalam waktu dekat
akan meresmikan kantor Konsulat Kehormatan RI di Ramallah, Palestina.
Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala memberikan ridha-Nya agar KTT ini menghasilkan kesepakatan nyata untuk
segera merealisasikan hak-hak sah bangsa
dan rakyat Palestina.
Terima kasih
Wassalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 7 Maret 2016
Presiden Republik
Indonesia
Joko Widodo
Sumber: Klik di sini!

