![]() |
| Tangerang Live Room |
TANGERANG - Sejak
dioperasikannya Tangerang Live Room oleh Pemerintah Kota Tangerang, banyak
masyarakat yang melaporkan berbagai masalah. Namun ternyata tak semua laporan
yang masuk tersebut merupakan hal yang harus ditangani pemkot.Kasie
Pengembangan e-goverment Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Tangerang, Adhi
Zulkifli mengatakan, pihaknya kerap menerima berbagai aduan dari masyarakat
seperti persoalan macet, sampah dan jalan rusak.
Tapi kadang ada juga
laporang yang tak berkaitan dengan peroalan pemerintahan."Pernah ada warga
yang lapor, dia protes ada atraksi topeng monyet saat festival culinary night
di Karawaci. Warga menilai itu bentuk penyiksaan binatang, dan minta Pemkot
untuk menindak," katanya, Selasa (8/3/2016). Selain itu, kata Adhi, ada
juga seorang warga yang melapor bahwa suaminya tidak pulang-pulang dari Diklat.
Setelah dicek, ternyata
suami dari pelapor bukan PNS dan memang tidak pergi Diklat. "Cuma perginya
kemana kita nggak tahu," katanya.Meski demikian, lanjut Adhi, pihaknya
tetap merespon aduan dari masyarakat tersebut dengan memberikan penjelasan
bahwa laporan tidak bisa dilanjuti karena bukan kewenangan Pemkot Tangerang.
"Ya harus tetap kita tanggapi dengan baik," ujarnya.
Adhi menyebutkan, dalam
sehari rata-rata ada sekitar 15-20 laporan yang masuk melalui 9 kanal layanan
aduan Pemerintah Kota Tangerang seperti email, twitter, call center dan
aplikasi Laksa. Semua laporan itu terpantau secara real live di Tangerang Live
Room."Dari seluruh laporan itu, sekitar 80 persennya langsung bisa kita
tangani. Sisanya harus ditangani dengan koordinasi terlebih dahulu antar OPD atau
bukan kewenangan pemkot," jelasnya.
Adhi mengatakan, pihaknya
terus berbagai kanal layanan aduan untuk masyarakat, terutama dari Aplikasai
Laksa. Karena lewat aplikasi itu, Pemkot bisa lebih cepat menangani aduan.
"Di dalamnya ada foto dan peta lokasi, jadi bisa langsung tahu gimana
kondisinya," paparnya.Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan,
Tangerang LIVE Room ini, dirancang sebagai pusat kendali, monitoring, media
informasi dan evaluasi serta pelaporan dan layanan bagi masyarakat.
"Kita bisa
mengetahui, memantau segala permasalahan yang terjadi di seputar Kota Tangerang
dan informasi yang disajikan lebih cepat sehingga persoalan yang ada dapat
segera ditindaklanjuti," terangnya.

