![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - Merebaknya
wabah demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kota Tangerang, memicu kehawatiran
bagi seluruh elemen masyarakat, terlebih di musim penghujan seperti sekarang
ini. Di musim penghujan, jentik nyamuk menjadi salah satu pemicu penyebaran
nyamuk Aides Aegepti, nyamuk pembawa virus DBD. Hal ini, menjadi perhatian
penting oleh Camat Batu Ceper, Mulyanto.Ditemui di ruang kerjanya, Rabu
(23/3/2016),
Mulyanto menuturkan DBD
harus bisa dicegah semenjak dini. Pencegahan preventif jauh lebih penting
ketimbang pengobatan."Pencegahan dengan membersihkan genangan air di
lokasi lokasi lingkungan rumah dan tempat sarana kerja dan sekolah menjadi
salah satu titik perhatian bersama," ujar mantan Kabag Humas Kota
Tangerang ini, Rabu(23/03).
Sebagai tindakan
prebentif untuk memerangi DBD, pihaknya memberikan pendidikan usia dini kepada
110 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batu Ceper untuk menjadi penyuluh
Jumantik"Kita beri pemahaman semenjak usia dini, supaya anak anak ini
menjadi agen penjaga lingkungan baik dirumah maupun di sekolah. Apalagi,
keberadaan nyamuk Aides Aegepty tidak hanya di rumah melainkan juga di
lingkungan sekokah dan lokasi tempat bermainnya anak anak," ujarnya.
Mulyanto menjelaskan,
anak-anak ini akan mentransformasi keilmuan pendeteksian dini keberadaan jentik
nyamuk di lingkungan mereka, sehingga keberadaan jentik-jentik nyamuk ini bisa
dibasmi semenjak dini. Selain di beri pembekalan mengenai membersihkan
lingkungan, mereka juga diajarkan secara langsung bagaimana membersihkan jentik
nyamuk dari sarang dan tempatnya. Seperti bak air, sisa botol air mineral yang
berisi air," katanya.
Sumber: Klik di sini!

