![]() |
| Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar |
BANDUNG - Wakil Gubernur
Jawa Barat Deddy Mizwar meminta perguruan tinggi memfasilitasi mahasiswanya
untuk membuat film pendek sehingga muncul daya kritis dari generasi muda untuk
memilih tayangan bermutu untuk ditonton. "Sebetulnya ada sekarang alat
ekspresi dari anak-anak muda yaitu komunitas film pendek, sehingga akan muncul
daya kritis dari generasi muda untuk memilih tayangan-tayangan bermutu untuk
ditonton," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Bandung,
Kamis.
Deddy Mizwar menjadi
pembicara dan berbagai ilmu tentang perfilman kepada mahasiswa dalam Workshop
Bedah Program Televisi Terpopuler pada event EmtekGoes to Campus, di
Universitas Brawijaya Malang. Menurutnya semakin banyak orang yang menonton
tayangan yang buruk maka akan lahir tayangan buruk lainnya. "Tapi kalau ada
kesadaran dan apresiasi terhadap tayangan yang bermutu bagi anak muda maka akan
melahirkan juga karya-karya bermutu dan kreatif lainnya," katanya.
Ia mendorong agar semakin
diperbanyak film-film pendek yang diadakan oleh universitas agar ada
peningkatan apresiasi dari anak muda terhadap tayangan-tayangan bermutu. Dia
menuturkan untuk membuat sebuah program televisi yang berkualitas dan bertahan
dalam jangka waktu yang lama, diperlukan sebuah konten yang memiliki
nilai-nilai kamanusiaan, seperti menyajikan sebuah adegan yang mendidik
sekaligus juga menghibur.
"Kalau ada sebuah
film yang menyentuh, mencerahkan masyarakat yang menontonnya, maka tidak perlu
ada tayangan yang mempertontonkan hura-hura semata," kata dia. Aktor
senior ini juga merasa prihatin karena akhir-akhir ini banyak sekali program
televisi yang mempertontonkan adegan-adegan kurang mendidik dan malah berujung
pidana. "Untuk menentukan tayangan yang bermutu diperlukan sikap-sikap
kritis dari para generasi muda, seperti mengasah ilmunya untuk membuat film
pendek," ujarnya.
Sumber: Klik di sini!

