![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - Intensitas
hujan yang tinggi, mengakibatkan ruas jalan di KM 38.800 arah Merak atau
sekitar wilayah Balaraja Timur, sempat tergenang air dengan ketinggian 15-40 cm
dan panjang genangan sekitar 250 – 300 m, pada
Senin (25/4) kemarin.Kondisi itu, selain diakibat curah hujan yang cukup
tinggi, juga diduga karena limpahan air dari luar jalan tol yang disebabkan
karena pembangunan kawasan industri.
Manager Pelaksanaan
Pemeliharaan Jalan Rutin Wilayah I MMS Abdul Rahman menyatakan, meski tergenang
air sejak pukul 12.50 WIB, melalui lajur 2 atau lajur tengah semua jenis
kendaraan masih bisa melintas di jalan tol Tangerang-Merak yang dikelola oleh
PT Marga Mandalasakti (MMS).“Kendaraan
kecil masih bisa lewat lajur tengah, mengingat titik genangan terdalam ada di
lajur 1 dan 3 serta bahu jalan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Rahman dalam siaran persnya, Selasa (26/4).
Rahman mengatakan,
petugas MMS selalu bersiaga dan melakukan pengarahan lalu lintas kepada
pengguna jalan yang melintas.Menurut Rahman, sejak pukul 17.00 WIB kemarin,
jalan tol sudah bebas dari genangan air dan jalan bisa dilalui dengan aman.
“Genangan air
yang terjadi ini, bukan diakibatkan tidak berfungsinya saluran air / drainase
jalan tol. MMS sudah membangun drainase sesuai dengan Detailed Engineering
Design (DED) yang telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat berdasarkan kondisi setempat pada saat itu. Semua air di sepanjang ruas
tol, selalu dipelihara secara rutin, baik pembersihan maupun perbaikan yang diperlukan,” kata Rahman.
Rahman menjelaskan,
sistem drainase yang ada di jalan tol hanya berfungsi sebagai saluran untuk
menampung dan mengalirkan air yang berasal dari permukaan badan jalan tol, dan
tidak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan
tata ruang di sekitar jalan tol.
“Saat ini, area
di sekitar lokasi banjir telah berubah dari rawa sebagai area penampung air
menjadi lahan kering karena urukan yang cukup tinggi sehingga daerah tangkapan
air berkurang atau bahkan hilang,” ujar Rahman.
Rahman berharap,
pengembang di sekitar jalan tol Tangerang-Merak, memperhatikan amdal (analisis
mengenai dampak lingkungan) dan saluran pembuangan air, sehingga wilayah
sekitar dapat merasakan manfaat dari keberadaan industri tersebut.
Sumber: Klik di sini!

