![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG SELATAN - Puluhan
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang terhimpun dalam Aliansi
Selamat Jakarta (ASJ), mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar segera
menangkap mafia reklamasi pantai teluk Jakarta. Dalam kajian rutinnya yang ke-5
ini, ASJ menilai, proyek reklamasi, merupakan mega proyek yang sangat tidak
masuk akal, dan ambisius.
"Jelas, dalam agenda
reklamasi ini, pemerintah provinsi DKI, tidak mengutamakan kepentingan rakyat,
akan tetapi mementingkan cukong,"
ungkap, Deni Iskandar, Koordinator, Aliansi Selamatkan Jakarta (ASJ), hari ini.
Dia juga menegaskan, mega
proyek reklamasi, tidak menguntungkan masyarakat setempat, terutama masyarakat
yang ada di sekitaran pesisir pantai."Yang jelas, pelaksanaan reklamasi
pantai ini, tidak menguntungkan masyarakat, dan secara hukum juga, reklamasi
pantai ini, tidak memiliki dasar hukum yang kuat" tegas Koordinator Aliansi
Selamatkan Jakarta (ASJ).
Dalam pelaksanaanya,
lanjut Deni, Pemprov, terlalu tergesa-gesa, dalam memberikan izin reklamasi
kepada pengembang, sehingga Pemprov, banyak menabrak aturan yang ada, dalam
negara ini. Ungkapnya.
"KPK, seharusnya
tegas, dan segera menangkap para mafia-mafia reklamasi, termasuk Ahok, yang
telah memberikan Izin kepada pengembang tanpa melewati prosedur hukum, yang
sesuai" ujar, Deni Iskandar.Sebelumnya, KPK, telah menciduk Anggota DPRD
Komisi D, M. Sanusi, dari partai gerindra, yang telah menerima suap sebesar Rp2
Miliar secara berkala.
Sumber: Klik di sini!

