![]() |
| Areal proyek urukan PT
Multimas Nabati Asahan (MNA), Wilmar Group, tampak dijaga ketat oleh aparat
kepolisian dari Polsek Kramatwatu dan TNI |
SERANG – Areal proyek urukan PT Multimas Nabati Asahan
(MNA), Wilmar Group, tampak dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polsek
Kramatwatu dan TNI, Sabtu (23/4/2016). Polisi berseragam tampak berjaga di
sekitar areal urukan, untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa susulan warga
menyusul tidak adanya titik temu antara warga dan perwakilan manajemen PT MNA
dalam mediasi yang dilakukan sebelumnya.
“Saya tegaskan,
jangan ada aksi anarkis yang dilakukan warga. Jangan sampai (aksi unjuk rasa
warga) ini menjadi persoalan hukum,” tegas
Kapolsek Kramatwatu, Kompol Nono Karsono usai mediasi.
Diberitakan sebelumnya,
puluhan warga dari RT 09 dan RT 10 RW 03 Kampung Pabean, Desa Terate, Kecamatan
Kramatwatu, Kabupaten Serang melakukan aksi unjuk rasa ke PT MNA. Warga
memprotes adanya pengurukan dan rencana penutupan akses menuju tempat pemakaman
yang selama ini mereka gunakan.
Terlebih menurut warga
akses itu selama ini tidak turut serta menjadi objek yang dijual oleh warga ke
PT MNA. “Kam i minta akses jalan ini
tetap terbuka, bila perlu dinotariskan,” ujar Mustofa,
Ketua RT 09. Saat ini, kegiatan pengurukan di areal proyek itu berhenti atas
desakan warga, sebelum adanya sosialisasi yang dilakukan pihak perusahaan.
Warga bahkan menyatakan akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih
banyak di lokasi yang sama bila tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk
melakukan komunikasi.
Sumber: Klik di sini!

